INDONESIA DAMAI BERTEMUNYA NEGARAWAN AGAMAWAN KEDHATON DAN PURI- PURI BALI

Liputan
Bagikan:

T3lusur.com Jakarta Bertempat di Pura Mustika Dharma Komplek Kopassus Cijantung. Forum Negarawan memadukan cahaya spiritual untuk memandu upaya- upaya Memahayu Hayu Buwana ( Menjaga, merawat, memelihara dan bertanggung jawab terhadap kehayuan – kebesaran, keagungan serta keindahan- segala mahkluk hidup yang ada di Buwana (Alam semesta).

Merayakan “13 Tahun Kepemimpinan Spiritual Nusantara” Forum Negarawan ke-11 mengundang Kedaton Nusantara diwakili Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Jayakarta, serta melibatkan Agamawan dalam hal ini Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia – Mayjen Purn Wisnu Bawa Tenaya dan Dr Anak Agung Suryawan – Mewakili Keluarga Puri Se-Bali , mengusung tema “Cahaya Spiritual Sebagai Pemandu Menangani Permasalahan Kita Semua Dalam Bernegara” pada 11 Januari 2024 pukul 12.00 – 17.00 WIB.

Romo Sri Eko Galgendu memulai membacakan “Seruan Indonesia Damai” yang mengharapkan akan hadirnya pemimpin yang berjiwa satria dan negarawan, terutama saat menghadapi Pemilu 2024 yang semakin memanas dari berbagai kubu yang bersaing maka membutuhkan kekuatan yang di tengah (Non Blok – Bebas Aktif) yang berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada intinya “Forum Negarawan bertanggung jawab menjaga dan mewujudkan stabilitas sosial, stabilitas politik dan stabilitas keamanan nasional. Menghentikan berbagai aktifitas skenario konflik sosial dan konflik politik yang dapat mengarah kepada konflik sosial.

Mengajak para negarawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tradisi di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan, memperkokoh serta meneguhkan solidaritas sosial dan soidaritas kebangsaan, sebagai gerakan ” Indonesia Damai” di semua tingkatan secara terpadu dan berkelanjutan.

Forum Negarawan berkomitmen untuk menjaga dan melindungi serta akan berada didepan, dibelakang dan ditengah- tengah masyarakat demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.”

BACA  Ibadah Pelantikan Pengurus PPHKI Periode 2023-2026

Pembacaan Seruan dilakukan bergantian oleh Romo Sri Eko Galgendu, Mayjen Purn Wisnu Bawa Tenaya, Ibu Siti Fadhilah Supari, Prof Dr Yudhie Haryono, Dr Anak Agung Suryawan, PNA Mas’ud Thoyib, dr Tifauzia Tyassuma, Ibu Murdiningsih dan Setyo Hajar Dewantoro. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Mayjen Purn Wisnu Bawa Tenaya yang secara simbolis diberikan kepada Ibu Siti Fadhilah Supari dan Romo Sri Eko Galgendu.

Karena itu, “TAT TWAM ASI, aku adalah kamu, kamu adalah aku”. Merupakan filosofi spiritual nilai dari Hamengku Kebhinekaan, yang diwengku dalam satu kekuatan ikatan ” SATU BANGSA. Maka apapun agamanya, apapun sukunya, apapun pilihan politiknya. Kita adalah sesama satu anak bangsa Indonesia.

“Maka jangan ribut, apalagi berkelahi! Malu ditertawakan tetangga- Malu ditertawakan negara lain,” pesan Romo Sri Eko Galgendu.

Penulis : Gus Badawi

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.