13 Tahun GMRI Diharap Melahirkan Pemikiran Genial Dari Negarawan Untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Liputan
Bagikan:

T3lusur.com Jakarta Pada tanggal 11 Januari 2024 usia Gerakan Kepemimpinan Spiritual Indonesia yang digagas oleh sejumlah tokoh nasional sekaliber Gur Dur, Susuhunan Paku Buwono XII, KH. Prof. Dr. (HC), Drs. Habib Khirzin serta Sri Eko Sriyanto Galgendu dan sejumlah tokoh lain hingga kemudian dikukuhkan menjadi Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia akan genap berusia 13 tahun, sejak dideklarasikan di Solo dengan acara potong tumpeng di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang ditandai dengan nasi tumpeng sebanyak 114 buah.

Karena itu pada acara milad Gerakan Kepemimpinan Spiritual Indonesia ke 13 pada 11 Januari 2024 telah dirancang perhelatan yang serius dengan melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai disiplin ilmu maupun profesi yang ada di tanah air. Sebab perhelatan GMRI ini akan dipadukan dengan acara rutin bulanan Forum Negarawan yang nyaris genap setahun tampa pernah absen dalam mengusung tema-tema besar untuk negara demi kejayaan dan marwah bangsa Indonesia.

Karena itu, GMRI selaku motor penggagas serta penggerak Forum Negarawan layak untuk menampilkan pandangan beragam tokoh dari berbagai disiplin keilmuan maupun profesi untuk mengurai masalah mendasar yang tengah dihadapi Indonesia untuk secara dari berbagai perspektif ilmu dan profesi untuk menjadi masukan terbaik dalam mengatasi berbagai problem dan carut-marut negeri ini agar dapat ditata ulang dan dipulihkan dari kesemrawutannya yang telah menyebabkan rakyat didera oleh kemiskinan dalam pengertian finansial maupun spiritual. Itu semua akibat sikap abai pada etika, moral dan akhlak yang menjadi tolok ukur nilai-nilai luhur dan kemuliaan manusia di bumi.

Paparan yang maha penting berbagai tokoh dari berbagai disiplin ilmu serta profesi ini diharap dapat menjadi resep yang mujarab dalam mengatasi carut marut negeri ini yang membuat rakyat terbelah baik dalam perspektif politik, ekonomi sosial dan budaya serta keagamaan, sehingga bukan saja telah menjadi menghambat kemajuan bangsa dan negara di dalam segenap aspek kehidupan, tetapi telah membuat kemunduran dan ancaman kebangkrutan dalam arti luas. Sebab masalah utama yang telah menggerus etika, moral dan akhlak segenap warga bangsa Indonesia — terutama para pejabat publik di semua level dan segala sektor — merosotnya etika, moral dan akhlak hingga berada dibawah titik nol. Akibatnya, tindak korupsi, keculasan dan kecurangan bahkan sikap abai terhadap UUD 1945 dan Pancasila semakin membuat pelaksana negara menjadi sesat.

BACA  Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M., M.A.R.S. Siap Dukung PEWARNA Menggelar Festival Bondo

Paparan dan pandangan dari sejumlah tokoh dari berbagai disiplin ilmu dan profesi ini perlu untuk dapat dijadikan acuan dan pegangan bersama segenap komponen bangsa untuk menghadapi masalah besar yang garus segera diatasi bersama rakyat. Karena yang bisa memperbaiki negeri ini adalah rakyat itu sendiri sebagai pemiliki kedaulatan yang telah dipindah tangankan kepada mereka yang telah berprilaku secara ugal-ugalan dan semena-mena.

Harapan besar pada Milad GMRI yang ke 13 pada 11 Januari 2024 ini kiranya bisa menandai adanya gerak perubahan menuju perbaikan pada semua sektor dan aspek kehidupan bangsa dan negara untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia untuk masa depan yang lebih baik, lebih cerah dan bisa lebih membahagiakan seluruh manusia Indonesia tanpa kecuali. Jacob Ereste

Banten, 15 Desember 2023

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.