Seruan Forum Negarawan Perlu Disampaikan Kepada Seluruh Elemen Masyarakat Untuk Mendesak Sidang Istimewa

Liputan
Bagikan:

T3lusur.com Jakarta Posisi strategis Forum Negarawan yang tegak lurus menatap langit, saatnya perlu mempertegas sikap dan gerakan yang nyata dalam menghadapi kondisi dan situasi negeri ini yang semakin runyem tidak menentu secara politik, kacau secara hukum dan ekonomi serta budaya serta terus gaduh dalam menghayati agama yang terkesan makin diabaikan.

Jika tidak, alternatif dari upaya dan usaha penyelamatan bangsa dan negara Indonesia akan semakin mengkhawatirkan, tersuruk masuk ke dalam lembah gelap yang tidak dapat terbayangkan mengerikan.

Upaya menghalalkan segala cara dengan melabrak rambu-rambu etika, moral dan konstitusional yang berlaku telah terjadi dan dianggap sah. Sejumlah item pelanggaran etik yang dilakukan hakim Mahkamah Konstitusi adalah bentuk keambrukan dari benteng pertahanan terakhir bagi rakyat yang mendambakan keadilan.

Sikap pertama dan yang utama harapan kepada Forum Negarawan ialah
menyikapi segenap kebrengsekan dalam tata kelola negara yang menyimpang itu dengan sanksi yang keras, termasuk mendesak Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) untuk tidak bersikap ragu atau mendua memberi sanksi yang paling buruk sekalipun untuk hakim MK, karena akibatnya kelak akan ditanggung oleh rakyat yang sudah habis menahan kemarahannya. Karena itu, kemarahan rakyat bisa berbalik kepada MKMK, jika menyisakan sikap mendua yang tidak dapat dibenarkan oleh akal sehat rakyat.

Kecuali itu, perhatian Forum Negarawan yang sangat diharap berada pada garis terdepan menjaga keutuhan dari kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang baik dan benar serta beradab mulya –harus selalu menjunjung tinggi tatanan berbangsa dan bernegara yang merdeka dalam bentuk republik — maka upaya untuk membangun tradisi budaya dinasty di negeri ini bukan hanya harus dihentikan, tapi sangat patut dimusnahkan sampai ke akat-akarnya.

BACA  KONFERENSI INTERNASIONAL “Religious Freedom, Rule of Law, and Cross-cultural Religious Literacy

Forum Negarawan yang sangat diharap oleh rakyat banyak berperan serta memfungsikan diri sebagai penjaga nilai — etika, moral dan akhlak mulia manusia Indonesia — termasuk penyelenggara negara patut diberi sanksi keras dengan mendesak seluruh elemen melakukan gerakan bersama rakyat kembali menata sekaligus membersihkan segenap unsur perusak serta pembangkangan terhadap tata kelola bangsa dan negara yang baik dan tidak melakukan pembegalan atau pengkhianatan terhadap konstitusi negara yang harus dijaga dan dihormati bersama sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang benar.

Artinya, tata kelola bangsa dan negara Indonesia hari ini jelas dilakukan dengan cara yang tidak baik dan tidak benar. Karena itu tindakan penyelewengan atau manipulasi serta keculasan yang abai pada etika, moral dan akhlak mulia manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang termuat dalam Pancasila dan masih disesumbarkan sebagai pandangan hidup bangsa dan ideologi negara Indonesia, harus ditaati.

Harapan rakyat pada Forum Negarawan yang terdiri dari kaum cerdik pandai, intelektual, akademisi, guru besar serta para purna tugas dari sejumlah angkatan serta pejabat negara yang telah purna menunaikan tugas serta kewajibannya bagi bangsa dan negara, sungguh pantas dan patut diharap banyak oleh rakyat untuk bersikap sekaligus bertindak yang terbaik bagi bangsa dan negara agar tidak sampai terjerembab pada lembah yang hina dina hingga terus menjadi sorotan serta olok-olok bangsa-bangsa lain dunia.

Sebagai salah seorang aktivis dan eksponen dari Forum Negarawan, Joyo Yudhantoro melihat saatbya sekarang ini waktu yang tepat bagi Forum Negarawan dengan mengajak sejumlah elemen masyarakat yang perduli terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dan lebih beradab, bisa kembali ditata bersama dalam budaya yang berkepribadian mulia, terbebas dari ketergantungan pada pihak asing dalam segenap segi kehidupan. Oleh karena itu, desakan kepada penegak hukum untuk menjalankan fungsi dan tugas mulianya, harus segera membersihkan diri sekarang ini juga.

BACA  Jokowi Kunjungan Kerja Ke Daerah, KOBAR: Tancap Gas Selesaikan Pembangunan Indonesia Sentris Di Sisa Masa Jabatan

Praktek mafia peradilan dan hukum yang telah merusak puncaknya di Mahkamah Konstitusi harus segera dibersihkan, sebelum rakyat sendiri bertindak. Sebab puncak kemarahan rakyat yang terpendam menahan kesabaran sudah sampai pada titik nadir yang gawat.

Usulan kongkrit Joyo Yudhantoro adalah meminta Forum Negarawan melakukan seruan terbuka secara nasional kepada seluruh elemen bangsa untuk ikut menyelamatkan negara Indonesia dengan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat dan meminta kepada Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk melakukan Sidang Istimewa untuk mengganti Presiden yang telah banyak melakukan pelanggaran. Untuk kemudian memilih Presiden Sementara yang baru untuk segera melakukan dekrit kembali kepada UUD 1945 yang asli. Dan menjaga tata pelaksanaan Pemilu 2024 dengan benar, bersih, jujur dan adil, ungkap Joyo Yudhantoro berharap.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.