Festival bondo

Festival Bondo Mendemontrasikan KemahakuasaanTuhan

Opini
Bagikan:

T3lusur.com Jakarta Di era yang segala sesuatunya diukur dengan materi, jabatan dan posisi. Maka tak aneh kalau ada lembaga atau orang bicara karya apalagi karya itu melibatkan banyak orang. Respon yang kita dapatkan pertama yang ditanyakan adalah kamu punya uang berapa atau memang siapa kamu?

Jangan heran kalau kemudian di tengah masyarakat ada pembenaran, kalau bukan siapa-siapa apalagi tak punya uang jangan mimpi. Tak ada yang salah dengan pandangan ini karena itulah kekuatan materialistic yang sudah menembus dalam alam pikir kita.Jangankan umat atau rakyat biasa, mereka yang setiap hari bergelut dengan firman Tuhan melalui kitab-kitab suci di mana banyak janji Tuhan di dalamnyapun, akan ciut nyali bahkan larut dalam pikiran kekuatiran dan ketidakberdayaan kalau tidak punya uang.

Padahal firman Tuhan itu hidup, harusnya setiap orang yang percaya dan yakin, belajar melakukan dan meyakini firman itu. Nah, agar bisa meyakini janji dan firman yang hidup itu, dibutuhkan iman dan totalitas diri melakukan firman tersebut. Seperti yang tertera dalam 3. Efesus 3:20-21“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”

Tentu masih banyak lagi janji firman kepada umatnya. Belajar meyakini dan menghidupi firman inilah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) akan menggelar Festival Bondo dari tangal 8-11 November 2023 bertempat di desa Bondo Kecamatan Bangsri Jepara Jawa Tengah.

Pemilihan Bondo sebagai lokasi giat ini seiring tema PEWARNA yang mengaktualisasikan nilai luhur budaya bangsa sekaligus tindak lanjut dari program napak tilas rasul Jawa (NTRJ) tahun 2022. Desa Bondo yang dari sejarah serta perspektif Nasrani adalah sebuah desa Kristen yang di bangun oleh Kyai Ibrahim Tunggul Wulung dan Laut Gunowongso sekitar tahun 1840-an. Dengan Festival ini  merupakan langkah memperkuat wisata tri religi seperti yang sudah dituliskan dalam salah satu gapura masuk pantai Bondo. Harapannya melalui festival ini wisata religi itu semakin nyata sekalipun saat ini baru dari sisi unsur Nasraninya.

BACA  5 KERJA RAKSASA PRESIDEN BARU

Penguatan Bondo sebagai daerah wisata religi akan membantu generasi muda memaknai sejarah terutama para tokoh yang sudah memberi diri dalam mewujudkan sebuah tempat atau kampung yang saat ini dtinggali

Seperti semboyan bangsa yang besar jangan pernah melupakan pahlawannya, ini juga menjadi pemecut festival Bondo ini diwujudkan. Disisi lain jika Festival Bondo ini mampu mendorong sebagai daerah wisata tentu berdampak dengan perekonomian masyarakat sekitar.

Festival Bondo yang melibatkan banyak pihak, ini mewujudkan semangat kerjasama seperti leluhur kita dengan semangat gotong royongnya,  Raja Daud lewat Mazmurnya mengatakan sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Dasar inilah yang menyakinkan PEWARNA menginisiasi festival Bondo mendemontrasikan kemahukuasaan Tuhan di tengah kehidupan yang prakmatis serba mengandalkan materi dan kekuasaan. PEWARNA secara materi tidak punya, benar-benar hanya mengandalkan iman dan keyakinan akan janji Tuhan. tentu bukan saja menunggu tetapi beriman dan bekerja dengan mengajak semua pihak bergabung membuat sebuah karya. Langkah ini diharapkan agar setiap kita tetap menaruh harap kepada sang pemilik dunia dan seisinya. 

Festival Bondo berkolaborasi dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di dukung Penuh Gereja GITJ dan beberapa gereja disana. Dukungan juga datang dari Kementerian ATR dalam seminar pentingnya sertifikat tanah-tanah rumah ibadah dan kawasan wisata. Demikian pula dengan Kementerian kesehatan dalam hal ini hadir Dirjen P2P Kemenkes yang sekaligus menggelar pengobatan gratis. Di tahun politik ini PEWARNA turut mengundang Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat dalam hal pemilihan umum dalam bentuk sosialisasi Pemilu.

BACA  MEMBACA MASA DEPAN INDONESIA: AKANKAH KARAM OLEH KEPEMIMPINAN YANG MERUSAK?

Pemerintah daerah Jepara, merespon positif gawean ini, Lembaga Alkitab Indonesia, Awana Internasional sebanyak 52 gereja gereja yang ada di Bondo  dan sekitarnya mendukung festival ini. Semangat gotong royong dan bekerjasama nampak dalam gelaran November nanti, Dengan prinsip bersama dengan rukun serta berlandaskan keyakinan dan iman, dipercayai festival ini akan membawa dampak positif bagi kerukunan di tengah mulai memanasnya tahun politik. Kerjasam dan gotong royong perlu ditumbuh kembangkan karena ini salah satu nilai luhur yang sudah turun temurun hidup di bangsa ini. Giat ini juga mencoba mengikis adanya semangat individualisme yang terjadi belakangan ini.

Festival Bondo diharapkan menjadi titik tolak memperkuat Bondo sebagai wisata tri religi,  sehingga ke depannya di tangkap  masyarakat setempat dengan didukung Pemkab Jepara, festival ini menjadi sebuah agenda tahunan sekaligus menjadi warisan para generasi yang akan datang.

Oleh Yusuf Mujiono Ketua Umum PEWARNA Indonesia  

 

 

 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.