PGI Menyesalkan Penggerudukan Aksi Intoleran Menghentikan Ibadah GMS

Liputan
Bagikan:

T3lusur Jakarta Persekusi terhadap umat Nasrani kembali terjadi  seperti yang dilakukan oleh sekelompok warga Dusun I, Sei Blumai Hilir, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, melakukan aksi intoleran dianggap telah mencederai amanat konstitusi yang menjamin kebebasan beribadah dan beragama.

Pdt. Henrek Lokra  Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan penyesalan dan kecaman atas peristiwa penggerudukan dan penghentian ibadah Jemaat Gereja Mawar Saron (GMS) pada Minggu, 6/8/2023.

Hendrik menegaskan bahwa PGI memahami bahwa ada aturan-aturan yang harus dipenuhi untuk mengurus surat ijin pemanfaatan gedung tempat ibadah sementara sekalipun demikian, ketidaklengkapan ijin tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan secara paksa peribadahan yang sedang berlangsung, apalagi tindakan penghentian itu dilakukan dengan cara-cara yang sangat tidak bermartabat, serta menimbulkan teror dan ketakutan.

Terhadap kejadian ini, PGI meminta agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan izin sementara bagi berlangsungnya peribadahan bardasarkan amanat PBM No. 9 dan 8 tahun 2006 pasal 18 dan 19 sebagai bentuk fasilitasi negara dalam mencari solusi pemanfaatan gedung tempat ibadah sementara.

Mempertimbangkan dinamika politik yang berkembang menjelang Pemilu, PGI berharap agar aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat memfasilitasi mekanisme dialogis yang setara dan adil antara berbagai pihak dalam kasus ini.

Dengan begitu, masalah ini tidak berkembang menjadi gesekan-gesekan sosial di tengah masyarakat yang berpotensi dipolitisir oleh oknum, atau kelompok yang ingin memetik keuntungan politik dari kasus-kasus seperti ini. (/JS)

 

Bagikan:
BACA  Tokoh Pegiat Sejarah Cirebon Raden Hamzaiya menjadi Brand Ambassador Himpunan Dzuriat Radja-Sultan Se-Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.