Pengamat Sebut Mimpi SBY, Mimpi Menuju Pilpres Satu Putaran

Liputan
Bagikan:

 

T3lusur.com Jakarta – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum lama ini mengatakan dirinya bermimpi satu gerbong Kereta Api dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dan Presiden Jokowidodo. Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai, mimpi tersebut merupakan mimpi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) Satu Putaran.

Penilaian Ray Rangkuti terkait mimpi SBY tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, saat ini kemungkinan terjadinya perubahan konstelasi politik bisa terjadi.

“Pertama karena relatif sekarang Ganjar ini kan mulai rebonnya. Biasanya orang yang rebond sudah dihentikan gitu. Yang kedua kelihatan Pak Prabowo mulai agak stuck dan juga yang ketiga kalau Anis sih menurut saya udah tertatih-tatih,” ungkap Ray Rangkuti dalam Acara Dialog Akhir Pekan Titik Temu Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) di Jakarta, Sabtu 24 Juni 2024.

Ray Menjelaskan, sebetulnya sekarang tinggal kekuatan Prabowo dan keuatan Ganjar yang perlu diperhatikan. Karenanya jika tiga kekuatan ini masuk, lanjut dia, artinya sebagian dari pemilihnyanya AHY itu masuk ke GanjAar Pranowo, ditambah faktor kekuatan pendukung Jokowi.

“Jadi kalau Pak Jokowi ikut, kan bakal ada Pak Jokowi, di dalam kan ada AHY di dalam kemudian ada Ganjar di dalam, termasuk ada PDI di dalam, ya satu putaran,” tegasnya.

Namun begitu, Ray Rangkuti masih mempertanyakan apakah AYH bisa menerima untuk tidak jadi Wakil Presiden? Tapi ia menegaskan, dirinya berpendapat kemungkinan Demokrat akan menerima, karena satu putarannya semakn kuat.

“Artinya kan udah ada empat modal kan, modal pertama diganjar dan PDI kedua AHY dan Demokrat, yang ketiga adalah Pak Jokowi sendiri gitu ya modal mereka gitu eee Ya tentu Ganjar PDI kita eee jadi empat kalau wakil presidennya tepat lagi jadi 5 kan udah lima kekuatan nih. Jadi asumsinya itu ya itu yang saya sebut sebagai satu putaran,” tandasnya.

BACA  PEWARNA Gelar Refleksi Hari Lahir Pancasila Mengajak Untuk Dihayati Dalam Kehidupan Berbangsa

Dengan begitu, kata Ray Rangkti, jika bisa satu putaran, maka dirinya menduga Partai Demokrat siap aja ikut meskipun tidak mendapatkan kursi wakil presiden, tapi punya potensi ikut berkuasa nanti PADA 2024 yang akan datang

“tentu ini semua terjadi bilamana koalisi perubahan itu tidak memberi tempat yang layak untuk ukuran Demokrat di situ gitu,” lanjutnya.

Ray Rangkuti menjelaskan, dirinya melihat Partai Demokrat merasa bahwa ukuran yang layak bagi mereka di koalisi perubahan itu adalah wakil presiden. Sehingga, kata dia, kalau ternyata Partai Demokrat tidak mendapatkan posisi itu, ya mereka akan pindah ke koalisi yang lain.

“Dan begitu masuk ke koalisi Ganjar pranowo alias PDI Perjuangan dan partai-partai yang lain, itu ya Saya kira target wakil presiden itu juga bukan menjadi acuan mereka lagi. Artinya kan harus ada negosiasi ulang tidak di posisi wakil presiden, ya tapi setidaknya dapat dua atau tiga kursi kabinet nanti, kalau yang didukung oleh AHY ini bisa memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Aditya Perdana yang juga tampi sebagai nara sumber dalam diskusi Titik Temu mengatakan, kengungkinan bergabungnya SBY, Mengawati dan Joko Widodo dalam satu gerbong kereta api, bukan menjadi hal yang mustahil. Karena, kata dia, di dalam politik, apa saja itu mungkin bisa terjadi. Ia juga menilai mimpi SBY satu gerbong kereta dengan Megawati dan SBY adalah merupakan harapan dari SBY sendiri.

“Ketika bicara mimpi, maka itu adalah harapan dari orang yang bermimpi itu. Jadi tentu dalam konteks harapan dalam konteks ini, Pak SBY punya harapan yang ingin bareng-bareng dengan bu Mega dan pak Jokowi. Kita bisa menduga arah yang ingin dibangun adalah seperti itu, sehingga dalam kacamata saya menuju Pemilu 2024, maka kita tidak akan bisa melihat Partai Demokrat punya keinginan bersama-sama denjadi bagian dari pemerintahan yang sedang berlangsung hari ini. jadi menurut saya itu sudah clear,” jelas Aditya Perdana.

BACA  Pewarna Indonesia Berbagi dengan Masyakat Pinggir Rel Kereta

Ia menambahkan, clear yang dimaksud adalah dalam pengertian kemungkinan dan harapan yang diinginkan oleh oleh SBY yang bisa diinterpretasikan dan dijalankan oleh Partai Demokrat.

“Menurut saya, itu kan apa yang ditweet itu ya pengakuannya Pak SBY, yang kemudian menjadi viral dan menjadi naras gitu ya. Bukan kemudian ujung-ujug ditanyain wartawan Pak SBY Mimpi apa semalam? tapi memang di setting gitu ya,” lanjutnya.

Karenanya ia berpendapat, SBY saat ini sedang membuat narasi bahwasannya mereka siap menjadi bagian dari kesepakatan yang sedang dibangun dengan PDI Perjuangan.

“Jad isaya lihat bahwa mereka sedang membuat narasi terutama dari pihak Demokrat untuk mengatakan bahwa kami siap menjadi bagian dari kesepakatan-kesepakatan yang sedang dibangun dengan PDIP. Meskipun mereka juga sudah punya kesepakatan bersama PKS dan juga Nasdem,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, kondisi ini menjadi menarik dan menjadi pertanyaan publik ada apakah gerangan sehingga kemudian Demokrat berusaha membangun kerangka tersebut.

“Padahal, mereka sudah punya calon yang sedang diajukan namun pada sisi yang lain, mereka juga sedang membuka peluang komunikasi yang ya saat ini dibangun oleh PDIP dan juga pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu dari sudut pandang Budaya Jawa, mimpi seorang mantan presiden bisa menjadi pertanda bahkan bisa juga menjadi kenyataan. Peminat Budaya Jawa Agus Widyanto mengatakan, mimpi seorang penguasa bisa demikian karena dipenarahui oleh faktor masa lalu saat orang bermimpi tersebut menjadi penguasa.

“Saya kira di budaya Jawa mimpi itu bisa punya makna bisa tidak,” katanya.

Agus menjelaskan, mimpi bisa tidak mempunyai makna jika itu mimpi terjadi di waktu yang tidak tepat. Karena, janjut dia, syarat mimpi yang punya makna dan mengandung pesan itu harus dialami oleh seseorang pada kondisi yang sehat, dan pada waktu yang tepat.

BACA  PRESS RELEASE BAKTI NUSWANTARA KASUS PENJEMPUTAN PAKSA HARIS AZHAR & FATIA

“Kalau kita misalnya mimpi di siang hari itu namanya mimpi di siang bolong, kalau itu tentu nggak ada artinya,” katanya.

Namun begitu, Agus juga mengingatkan mimpi yang memiliki makna juga ada dua macam. Menurutnya, ada mimpi yang harus dilakukan oleh dirinya dalam hal ini si pemimpi itu, atau juga harus dilakukan oleh orang lain.

“Jadi terkait dengan mimpinya Pak SBY saya meilihatnya ada pesan yang ingin disampaian bahwa mimpi yang dialami pak SBY adalah mimpi yang harus dilakukan oleh orang lain, dalam hal ini tentu para kader Partai Demokrat,” pungkasnya.*

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.