Kepemimpinan Baru Sinode GKPB Membutuhkan Penyertaan Tuhan dan Kesehatian

T3LUSUR
Bagikan:

Jakarta t3lusur.com Dalam musyawarah Besar VIII Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) yang diselenggarakan dari tanggl 25-28 Oktober 2022 di kantor pusat sinode di Wisma 76 Jalan S Parman Slipi Jakarta Barat. Akhirnya dalam mubes tersebut menetapkan Pdt. Ir. Jeffrey Kurniawan, MSc dan Pdt. Sanema Aro Zagoto sebagai Ketua Umum dan Sekum Majelis Pusat Sinode GKPB periode 2022-2026, yang berlangsung 25-28/10/2022 di Wisma 76, Lt.26, Jalan S Parman, Jakarta Barat.

Perhelatan besar empat tahunan Sinode GKPB kali ini mengambil tema: Entering New Era (Memasuki Era yang Baru) dihadiri 178 peserta dari 71 gereja lokal di seluruh Indonesia.

Dalam sesi konperensi pers usai terpilih, Ketua Umum Jeffry Kurniawan menegaskan  ada dua hal penting dalam MUBES VIII GKPB ini yakni penyertaan Tuhan dan Kesehatian.

“Yang pertama penyertaan Tuhan, mau ada perubahan atau tidak semua memerlukan Tuhan. Kedua, kesehatian dan kesatuan sangat penting karena dengan itu tantangan apa saja bisa dihadapi,” beber Gembala GPKB Surya Kebangkitan Samarinda, Kaltim ini

Menurutnya sesuai tema MUBES Entering New Era atau Memasuki Era yang Baru diambil dari Yosua Pasal  1 :1-9. Kita menghadapi masa perubahan, khsususnya era pandemi yang harus dijawab dengan kesiapan gereja.

“Sebentar lagi juga akan  perubahan era politik, kita tidak tahu siapa yang menjadi pemimpin nasional pasca Presiden Jokowi,  yang pasti terjadi perubahan. Termasuk perubahan Ibukota ke  IKN di Kaltim,” ujarnya.

Ada pun tantangan, tandas Jeffrey, meski ada dalam satu gereja, kita  berbeda latarbelakang. Artinya semakin berbeda tidak mudah menyatukan. Mengacu apa kata  Paulus tidak  ada lagi orang Yunani non Yunani, Orang merdeka dan tidak kalau sudah  memegang Kristus.

BACA  PPHKI Prihatin Atas 3000 Pengungsi Akibat Gangguan Keamanan di Papua

Menyinggung proses pemilihan, kata Jeffrey,  bahwa prosesnya dibentuk tim nominasi, majelis apostolik dan Majelis Pusat Lama dan Ketua Regional, berkumpul lalu berdoa dan  memasukkan nama, kemudian masuk ke sidang pleno. Selanjutnya memilih 3 nama yang dinominasikan. Peraih suara terbanyak akan ditetapkan menjadi Ketum MP Sinode GKPB 2022-2026.

Ditanya program prioritas dalam memimpin Sinode GKPB  ke depan, ia akan melanjutkan kebijakan pendahulu secara berkesinambungan. Namun disamping itu, ada tiga  hal yang menjadi prioritasnya yakni pertama, formasi kerohanian.

Kedua, pengembangan jemaat. Dan ketiga mengembangkan kepemimpinan.

“Kepemimpinan  jemaat di GKPB agak berbeda, lebih kepemimpinan bersama atau kolegial.  Biasanya dewan pengurus jemaat lebih dari satu orang. The first among equel, tujuannya hanya kalau keluar, di dalam tetap secara bersama,” paparnya.

Selain itu, perhatian untuk memberi perhatian ke generasi muda. GKPB selama ini sangat dekat anak muda. Generasi Milinial  hingga generasi Alfa ada kesamaan yakni terkait teknologi informasi.

“Perlu ada platform aplikasi gereja untuk membina anak muda secara kreatif memamfaatkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya sembari menekankan penting mengarahkan ke visi misi pendiri GKPB seperti Jeremia  Rim, Pdt. DR. Ir. Bambang Widjaya dan lainnya,terutama pernyataan dan pengurapan Tuhan.

Sementara Ketua Panitia MUBES VIII Pdt. Tommy Simanjuntak  mengingatkan bahwa tujuan MUBES mengantarkan GKPB menuju New Era.

Adapun susunan MP GKPB 2022-2026 sebagai berikut  Ketua Umum Majelis Pusat Sinode GKPB periode 2022-2026, Pdt.Ir. Jeffrey Kurniawan, Msc, Sekretaris Umum; Pdt. Sanema Aro Zagoto, STh, Ketua Majelis Apostolik Sinode GKPB; Pdt. Ir. Yusak Toto, Sekretaris Majelis Apostolik Sinode GKPB; Pdt. Lukito Budijardjo, MA, Ketua Badan Pengawas Perbendaharaan (BPP) GKPB; Pdt. Y. Deddy. A. Madong, SH, MA dan Sekretaris BPP; Pdt. Ayub Ahemka, STh.

BACA  PEWARNA dan MKN Salurkan Produk Obat Bagi Warga Bantaran Kali Pluit

 

 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.