Tawuran Pelajar di Tamansari Menimbulkan Korban Jiwa

T3LUSUR
Bagikan:

JAKARTA -t3lusur.com Baru diberlakukan pelajaran tatap muka di sekolah, Kasus pengeroyokan dilakukan secara bersama-sama oleh pelajar kembali terjadi di jalan Kesederhanaan RT 07/05, kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa, 19 Juli 2022 yang lalu, sekitar pukul 17. 40 WIB.

Akibat kasus tersebut, seorang pelajar berinisial AIS (16) tewas akibat luka sabetan senjata tajam pada dada sebelah kanan hingga tembus.

Kepala kepolisian sektor (kapolsek) Metro Tamansari, Jakarta Barat, AKBP Rohman Yonky Dilatha menerangkan, mereka terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya AIS.

AIS sendiri tewas akibat luka sabetan senjata tajam dibagian dada sebelah kanan dan perut.

“Untuk eksekutornya berdasarkan keterangan ini ada 3 orang. Semuanya kita amankan di polsek dan semua masih dibawah umur,” terangnya akbp yonky di polsek metro tamansari, jakarta barat.

Selain 3 eksekutor, polisi juga mengamankan puluhan pelajar yang terlibat. Total ada 22 orang yang terlibat dalam aksi bentrokan tersebut.

“Adapun untuk tersangka, sudah kita amankan jumlah seluruhnya ada 22 dari gabungan kelompok, yaitu dari SMA islam tambora, SMK Sentosa, dan SMK JP 1,” kata AKBP Yonky.

Alat bukti tawuran pelajar yang ditemukan

 

Dari puluhan pelajar ini, polisi menyita puluhan handphone yang diduga digunakan untuk janjian sebelum terjadi bentrokan, 5 (lima) buah senjata tajam berupa celurit, dan 7 (tujuh) sepeda motor.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, puluhan pelajar ini dikenakan tiga pasal berbeda.

3 eksekutor dikenakan pasal 170 ayat 2, tentang Penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya seseorang dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Sementara 19 lainnya dikenakan pasal 358 ayat 2, tentang turut serta melakukan penyerangan atau perkelahian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun.

BACA  Karna Tidak laku Di pasaran Pilpres, ketum parpol ramai-ramai sabotase Pemilu 2024,,

Sementara mereka yang terbukti membawa senjata tajam dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara.
(Imam Sudrajat)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.