Tindakan Kekerasan Seksual di Tempat Umum dan Kesiapan Aparat

Terkini
Bagikan:

Yogyakarta, t3lusur.com Kamis  7.7.22.Team Liputan pewarna mendapat undangan dari LKBH “Pandawa.
Kejadian kekerasan seksual yang terjadi di yogyakarta beberapa hari lalu sungguh sangat mengejutkan beberapa pihak, apalagi UU TPKS yang baru di berlakukan bulan April 3 bulan lalu, sudah mendapatkan ujian sejauh mana, aparat hukum merespon hal tsb dan kepedulian Masyarakat tentang kejahatan pelecehan seksual.

Bermula dari kepulangan korban R , dari acara bertajuk Taman Siswa memanggil di titik 0 km Jogja.”kata Gyovani Sarwolfrsm S.H.(selaku Direktur LKBH Pandawa).

Berawal dari T yang merupakan salah satu teman korban dari belakang oleh pelaku tetapi T menghindar sehingga berhasil menyelamatkan diri dari tindakan pelecehan tsb.

Pelaku TSN seolah olah tidak mau kehilangan mangsanya, Kejadian terus berlanjut pelaku masih menggunakan modus yang sama kepada R, kali ini dengan dengan mengelus elus rambut korban dan meraba pundak sehingga mbuat korban tidak tersadar (seperti gendam).pelaku juga berusaha melepas pakaian dalam korban R dari belakang dan meremas-remas payudara korban, awalnya beberapa saksi mengira bahwa TSN suami korban.

Setelah mendapatkan teriakan dari beberapa saksi pelaku pura-pura pingsan tetapi setelah di dekati saksi tiba-tiba berdiri dan berlari sehingga di teriaki oleh orang-orang sekitar sebagai penjahat seksual”papar Gyovani.
Karena mendengar teriakan tsb, para petugas satpam mengejar pelaku tsb dan berhasil melumpuhkannya.

Setelah pelaku (TSN) di amankan,tidak mengakui perbuatannya malah mengaku sakit epilepsi.

Pelaku bertempat tinggal di tegalrejo dan belum berkeluarga berusia 46 thn dan amat di sayangkan kejadian in terjadi di pusat kota (titik nol) yang ramai di kunjungi wisatawan”imbuh mas Gyovany.

Ketika team liputan 11.com menanya kira kira hukuman apa yang sesuai, Gyovani mengatakan menurut UU TPKS no.13 tahun 2022,tersangka di ganjar maks 4th penjara dan denda 50 juta rupiah
,Saat ini kasusnya sedang di tangani oleh unit perlindungan perempuan dan anak kota yogyakarta bisa jadi UU TPKS yang pertama kali di cobakan. di jogjakarta.

BACA  HYU : Kami Minta Presiden Jokowi Segara Melakukan Evaluasi UU NO 21 Tahun 2001 Tentang Otsus di Tanah Papua

Pada kesempatan ini Gyovani menyampaikan beberapa hal ,
Pertama, meminta kepala kepolisian kota yogyakarta untuk segera melakukan tidakan tegas terhadap pelaku

Selanjutnya,  mengajak seluruh warga masyarakat yogyakarta untuk bersama sama memerangi tindak pidana pelecehan seksual.serta meminta kepada Pemprov DIY dan Pemkot yogyakarta agar lebih memperhatikan keamanan, kenyamanan pengunjung di wilayah umum di DIY dan kota khususnya.

Agus team Pewarna Jogjakata.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.