Jacob Ereste : Pada Peringatan Trisuci Waisak 2566 Umat Budha Melantunkan Do’a Khusus Bagi Buya Syafi’i Ma’arif

Terkini
Bagikan:

JAKARTA-T3LUSUR Gema Trisuci Waisak Nasional 2566 berlangsung pada 28 Mei 2022 di Ballrom Taman Palm, Jakarta Barat. Tak kurang seribu umat Budha menghadiri acara ini. Termasuk Dirjen Bimmas Agama Budha I Nyoman Surya Dharma. S.Pd., M.Pd. serta perwakilan agama yang ada termasuk tokoh penghayat kepercayaan Eko Sriyanto Galgendu yang juga Ketua Umum Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia.

YM. Sri Sibhapanno Mahathera mengungkapkan Dharma Santhi Waisak sebagai upaya untuk mempererat persaudaraan. Seperti Halal Bi Halal yang sangat indah dilakukan Umat Islam, sebagai momentum untuk saling bermaafan dan mengeratkan tali persaudaraan.

Pada perayaan Dharma Shanti Waisak, Bhiku Sri Subhapanno Mahathera mengajak hadirin berdo’a secara khusus untuk almarhum Prof. Dr. H. Syafi’i Ma’arif yang sangat besar jasanya bagi bangsa dan negara dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia.

Trisuci Waisak sebagai hari kelahiran Sidharta Guatama yang menggemakan semboyan untuk mencintai sesama makhluk di bumi. Sesungguhnya, hari perayaan Trisuci Waisak 2566 bertepatan pada 16 Mei 2022 untuk mengenang tiga peristiwa yang bersejarah. Yaitu “Sumbara Guita Suara” sejarah keberagaman yang membawa kedamaian. Seperti yang kemudian diekspresikan oleh 10 paduan suara dari berbagai Wihara bersama Sekolah Siswa Tinggi yang diaransir oleh Lagian.

YM. Sri Pannavaro Mahathera, selaku Kepala Sangha Theravada Indonesia mengungkapkan keterpagilan Pangeran Sudharta Guatama pada dasarnya adalah atas dasar cinta. Untuk itu Sidharta Guatama rela meninggal Istana yang penuh kemewahan hanya untuk mengabdi kepada rakyat.

“Jalan tengah yang menjadi pilihan, bukan jalan kompromi. Tetapi sebagai jalan baru seperti yang diajarkan oleh Sidharta Guatama.

Purana marga adalah sebutan untuk jalan pada zaman kuno. Begitulah jalan tengah yang memiliki 8 unsur untuk membebaskan makhluk di bumi. Seperti pemikiran yang benar itu adalah pemikiran yang mampu mepaskan diri dari hawa nafsu. Demikian juga dengan perbuatan yang benar adalah adalah perbuatan yang tidak merugikan orang lain dan tidak juga merugikan diri sendiri.

BACA  Pegiat Sejarah Cirebon Apresiasi Langkah LKPASI

Karena itu, ajaran Budha menganjurkan untuk melakukan sesuatu itu dengan penuh kesadaran. Begitulah jalan tengah yang bermakna universal. Hingga berguna dan memberi manfaat bagi semua orang.

Ajaran Metakaruna intinya adalah cinta kasih sebagai perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika. Hingga dalam prakteknya jalan tengah akan memberi kebahagiaan bagi banyak orang.

Namun begtu, jalan tengah sendiri bukan sekedar cara beragama dalam ajaran Budha, kata Banthe Subhapanno Mahathera lewat wejangannya.

Lagu Malam Suci Waisak sebagai penutup dilantunkan okeh paduan suara yang sangat mengesankan. Hingga tradisi do’a dari berbagai agama dan penghayat kepercayaan pun dilengkapi oleh Eko Sritanto Galgendu dengan do’a berbahasa langit, seperti yang dikatakan Profesor David Karsidi.

Jakarta Barat, 29 Mei 2022

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.