Jacob Ereste : Garuda Sangga Buana Akan Segera Diwujudkan Pemda Kabupaten Karawang

Terkini
Bagikan:

KARAWANG-T3LUSUR Acara buka puasa bersama Tim GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) dengan perawat dan pelaku budaya dari Karawang, Komandan Kodim (Komando Distrik Militer) 064 dan Bupati serta Sekda Karawang, pada Rabu 13 April 2022 berlangsung di Candi Jiwa, Karawang, Jawa Barat hingga terus berlanjut ke Wangkong (Warung Lengkong) di sayap kiri komplek
Pertokoan Kodim 064, Karawang di Jl. Siliwangi No. 1, Karawang Wetan, Karawang.

Candi Jiwa merupakan bagian dari sejumlah candi yang ada dalam kawasan percandian yang tak kurang dari 300 hektar itu, kata Sekda Karawang.

Menurut dia, candi yang ada di Kecamatan Batu Jaya Karawang ini dipercaya oleh warga masyarakat Karawang sebagai peninggalan tertua dengan artevaknya yang cukup banyak tersebar disekitar kawasan komplek candi yang berada di tengah sawah milik rakyat ini.

Ikhwal Warung Lengkong pun (Wangkong) yang dibangun disisi sayap kiri Kodim 064 Karawang, kata Sang Komandan selaku penggagas yang dia maksudkan untuk menyangga beban ekonomi rakyat maupun keluarga besar Kodim 064 Karawang. Kecuali itu, Wangkong yang dikrlola bersama Koperasi Kodim 064 Karawang ini sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta warga masyarakat setempat, juga diharap mampu mengangkat marwah Karawang agar tidak cuma disebut sebafai kota industri saja, tapi juga agar dikenal sebagai kota budaya yang mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa, sehingga harkat dan martabat bangsa dan kemuliaan manusia, tandas Letnan Kolonel Makhdum dapat menjadi lebih baik dari kondisi negeri ini, kata Makhdum
mengungkapkan tujuan dari ide dan gagasannya.

Semua tata stan yang ada di Wangkong ini dikelola oleh Koperasi Kodim 064 untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maupun warga masyarakat setempat.

BACA  SARASEHAN YANG KE 3 DI GKJ KARANG JOSO, MENGENAL KIAI SADRACH RASUL JAWA

Diskusi serius bersama Bupati Karawang dan jajarannya serta seniman dan budayawan setempat, telah sepakat untuk mewujudkan monumen Garuda Sanggabuana untuk menjadi ikon Karawang agar tidak hanya disebut sebagai kota industri yang terlanjur menjadi trade mark-nya.

Monumen Garuda Sanggabuana akan melengkapi kampung budaya yang kelak akan menyajikan aneka ragam karya seni serta pertunjukan hingga souvenir yang khas sebagai buah tangan dari Karawang.

Filosofis dari wujud Garuda Sanggabuana itu, kata Eko Sriyanto Galgendu memiliki muatan filisofis tinggi dan layak menjadi ikon budaya bagi masyarakat Karawang. Sebab wisata budaya dan wisata spiritual dapat menjadi andalan serta punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal apalagi bagi wisatawan dari mancanegara yang beragam agamanya.

Saat menanti buka puasa di komplek Candi Jiwa, acars pentas menampilkan seni Subang Larang yang sudah langka ditampilkan, ujar Sekda Kabupaten Karawang. Karena nilai filosofis yang termyat di dalam pertunjukan itu sunggguh sarat dengan pesan yang perlu dipahami generasi muda untuk melengkapi wawasan budaya menyambut masa depan yang cerah.

Meski memakai konstum lengkap, Komandan Kodim 064 Karawang ingin berbicara selaku penjaga dan pelaku budaya, sehingga dia merasa lebih pantas mengajak segenap warga masyarakat untuk membangun serta merawat budaya bangsa secara bersama sebagai ekspresi total dari rasa kebangsaan yang paripurna.

Kampung Kreatif yang sudah mulai dibangun di Karawang, diawali dari sekedar bisa makan, terus merangkak untuk kemudian berjalan dan terus berlari kencang bersama warga masyarakat Karawang, imbuh Sekda Kabupaten Karawang yang terkesan kocak dan mampu mencairkan ketegangan.

Jadi acara kita berkumpul dalam acara buka puasa ini, kata Asep Jamhuri dalam nada kelakarnya yang jenaka, tidak pembicaraan politik tandas Asep Jamhuri yang diamini Ibu Bupati. Karena tujuan utama kita, imbah Asep Jamhuri keinginan membuka cakrawala dan gerbang peradaban baru yang akan segera kita masuki bersama seperti apa yang terus dilakukan Eko Sriyanto Galgendu dengan gigih mengobarkan kesadaran untuk kebangkitan dan pemahaman spiritual bagi bangsa Indonesia dari keterputukan seperti yang terjadi sekarang.

BACA  Persiapan KLB Parkindo 1945 Dibumi Sangkuriang Bandung

Budaya luhur masyarakat Pasundan, kata Asep Jamhuri bisa diusut dari Salaka Negara kemudian berlanjut kerajaan Taruma Negara dengan silsilah tiga saudara, yaitu Mulawarman, Adityawatman dan Purnawarman.

Jadi pusat untuk
peribadahan dahulu itu di Karawang ini. Makanya ada kompleks candi Jiwa dan candi lain yang banyak terdapat di Kecamatan Batujaya ini, kata Sekda Kabupaten Karawang, Asep Jamhuri.

Adapun luas dari kawasan candi ini katanya sekitar 400 hektar. “Dulu di sekitar Candi ini digenangi air. Sehingga untuk sampai kompleks percandian dahulu orang harus menggunakan perahu”, imbuh Asep Jamhuri. Dan kompleks percandian yang terbuat dari batu bata ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Konon bisa bertahan sampai 1000 tahun, kata Asep Jamhuri serius. Karena pejabat teras Kabupaten Karawang ini memang pecinta seni dan budaya yang sungguh setius.

Setidaknya, tugas Komandan Kodim 046 yang dibebani untuk kembali mengangkat seni dan budaya dari masyarakat Karawang didukung penuh oleh Asep Jamhari, baik sebagai Sekda maupun atas nama pribadi.

Karena itu sampai nasalah teknik pembuatan batu bata yang digunakan untuk membuat candi-candi itu pun sempat d
Asep Jamhuri pikirkan dengan serius. Tentu saja, karena mungkin dia sudah sampai pada tahap usaha melakukan renovasi sejumlah candi yang berseeajan di Batu Jarmya, Karawang sungguh lebih tua usuanya dari candi Borobudur.

Boleh jadi, candi yang ada di Batu Jaya, Karawang ini setara dengan candi yang berada di Muara Takus, Jambi. Komplek percandian yang ada di Jambi dan Riau itu juga terbuat dari batu bara merah yang sangat luar biasa indah maupun teknik arsitektur penampilannnya.

Karena itu, mekakukan renovasi komplek percandian, bukan sekedar mereka ukang sejarah, tapi juga teknik dan ilmu serta pengetahuan bahan untuk percandian itu. Aras dasar itu pula kompleks candi dapat dipahami sebagai mahakarya dari para leluhur bangsa-bangsa Nusantara yang sangat luar biasa sampai sekarang belum ditemukan rahasianya.

BACA  UK Petra Luncurkan dan Lelang Buku “Mendadak Daring”

Tapi itu semua membuktikan kemampuan dan kepiawaian nenek moyang kita, sungguh luar biasa, kata Asep Jamhuri berkisah, saat buka puasa bersama di Gasebo pendopo kompleks Candi Jiwa yang sudah dibangun oleh Pemerintah Daerah setempat.

Karawang, 13 April 2022

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.