Target Nol Emisi Bisa Dicapai Indonesia Jika Ada PLTSA

Liputan
Bagikan:

Jakarta t3lusur Masalah sampah yang kita hadapi saat ini benar benar sangat memprihatinkan Dan membuat kiamat Karna Sampah Semakin Dekat.  Selain mencemari lingkungan, ternyata persoalan sampah juga mengancam target nol emisi.

Berdasarkan data Indonesia National Plastic Action Partneship yang dirilis April 2020, sebanyak 67,2 juta ton sampah Indonesia masih menumpuk setiap tahunnya, dan 9 persennya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau dan laut.

Di Indonesia diperkirakan sebanyak 85.000 ton sampah dihasilkan per harinya, dengan perkiraan kenaikan jumlah mencapai 150.000 ton per hari pada tahun 2025.

Jumlah ini didominasi oleh sampah yang berasal dari rumah tangga, yang berkisar antara 60 hingga 75 persen.

Untuk menangani masalah sampah ini , PT Alfa Omega Energy Siap membangun PLTSA dengan konsep pengolahan sampah terpadu dimana PLTSA ini mampu mengolah berbagai macam sampah dengan kapasitas 3000 Ton dan menghasilkan listrik sebesar 52MW

Adapun yang menjadi dasar Dari pembangun PLTSA

Perpres Nomor 35 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dalam pelaksanaan proyek strategis nasional membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Sehingga membutuhkan sumber pendanaan.

Perlu di ketahui Beneficial Ownership ( BO ) / pemilik manfaat dalam istilah Perpres no 13 tahun 2018 menunjuk kami sebagai Trusted Company Service Provider ( TCSP ) yang fungsi Dan Ruanglingkupnya juga tidak terbatas di Indonesia saja tapi juga pada tingkat International Company” jelas Jo Anwar, saat ditemui awak media di jeda usai makan siang, jumat, 17 Desember 2021, All Sedayu Hotel pada acara “Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan dan Penjaminan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA).

Joe Anwar menambahkan bahwa fungsi BO secara global di bawah World Bank yang manfaatnya juga dirasakan secara global.
Saat ditanyakan apa yang dibutuhkan dari Pemerintah? Joe menjawab, apa yang sudah baik ditetapkan oleh pemerintah terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) perlu dikerjakan dan dibangun kerjasama dengan swasta dan stakeholder yang ada

BACA  Komisi II DPR RI Mengapresiasi Kinerja Pansel anggota KPU dan Bawaslu

“Penetapan Presiden Joko Widodo sebagai Presidency G 20 menunjukkan saat ini kepemimpinan global ada ditangan Indonesia, ungkap Jo. Lanjut Jo dengan segera dilaksanakan proyek strategis nasional maka akan bisa menggerakan ekonomi hingga ke tingkat mikro.

Urgensi pelaksanaan proyek strategis nasional Pengelolahan Kebersihan  SampahTerpadu (PKST) bisa dilaksanakan pada kuartal pertama tahun 2022 dengan skema BO yang telah ditanda tangani pada pertemuan KTT G 20. “Rencana pelaksanaan PLTSa ini akan di lakukan di Jawa Barat dengan skema BO yang mensyaratkan dana pembangunan terlepas dari tindakan money laundry dan dana terorisme. “BUMN dan swasta bisa bekerjasama untuk melaksanakan proyek strategis nasional tersebut, tandas Joe. Mengapa Jawa Barat? Joe menjawab bahwa yang sudah mengajukan ke pihak BO adalah pelaksanaan di Jawa Barat yang sudah melalui proses berbagai Kajian.

Menurut sesi wawancara Jo berharap dengan skema BO ini bisa mempercepat pembangunan dan pada gilirannya akan menggerakan ekonomi hingga ke level mikro.

Terungkap pada acara penandatanganan ini bahwa kebutuhan anggaran pembangunan PLTSa ini sedikitnya perlu anggaran 59 triliun. PT. Alfa Omega yang mempresentasikan proyek PLTSa ini menjelaskan secara detil dihadapan perwakilan BUMN yang hadir

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.