Pdt Royke Bovie Rory Perayaan Jubelium 50 Tahun PGLLI Sebuah Momentum Untuk Pekabaran Injil

Liputan
Bagikan:

Jakarta t3lusur Perayaan Jubelium Ke 50 tahun Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII)yang akan digelar di Komplek Institute Injili Indonesia Batu tepatnya Sabtu 30 Oktober 2021 ini sudah siap digelar.  Pdt Royke Bovie Rory Rompas ketua umum PGLII DKI Jakarta ketika dimintai tanggapan seputar perayaan Jubelium Selasa 27/10/21 mengatakan bahwa Jubelium 50 tahun ini sebuah momentum yang sangat baik di mana dalam perjalanan PGLII sebetulnya sangat penting dalam akselerasinya ke depan khususnya untuk pengabaran injil.

Oleh karena lanjut Rory yang juga anggota FKUB Jakarta Pusat ini jika cuma sekedar seremonial saja akan membuat nilainya kurang dibandingkan harapan ke depan sehubungan dengan jubelium.

 Dimana jubelium adalah momentum untuk meriview kembali yang akan dilakukan oleh PGLII kedepan dan disaat usia 50 tahun bisa dikatakan sudah sangat matang, dengan demikian PGLII ke depan harus banyak dikerjakan.

Rory mengajak kalau kita meriview kembali apa yang sudah dikerjakan oleh pendahulu, pendiri  dan kaum injili, di mana perjuang sebenarnya  untuk kita bisa menjalankan amanat Agung Tuhan seperti dituangkan dalam Matius  28 ayat 19-20, oleh karena itu kita bisa memetik sebuah nilai yang bisa dilakukan kedepan.

Hematnya kita  jangan hanya sekedar perayaan saja dan untuk itu PGLII DKI Jakarta akan evaluasi serta membuat program yang jauh lebih baik ke depan agar peran, kontribusi dari pada pemimpin gereja untuk menjalankan amanat agung itu itu nyata.

“Kaum injili menurut saya inilah kesempatan dalam masa pandemic  di mana trilogy gereja tidak maksimal dan salah satunya kononia , marturia dan diakonia”, tandasnya prihatin. Untuk Kononia kita tidak bisa lagi berekspresi seperti sediakala di mana tidak bisa bertemu langsung karena dibatasi  sehingga gereja tidak bisa lagi melakukan hal-hal diamanatkan oleh Tuhan sehubungan dengan Kononia,

BACA  Pdt. Rev. Dr. Gunadi Gunawan Natal mengajak Jemaat untuk tetap menjadi garam dan terang

Tetapi kalau Marturia terus jalan seperti ibadah online dan harus dikerjakan oleh kaum injili yang banyak menanggung beban besar untuk menjalankan amanat agung ini.

Menurut hamba Tuhan yang ramah ini bahwa kiprah PGLII sudah sangat terasa di hati umat tetapi cuma di level atas tetapi digrasroot masih kurang,oleh karena inplementasi program diatas banyak yang tidak diserap ke bawah.

Mengenai PGLII DKI Jakarta adalah barometer di mana semua bidang berpusat di sini dan sinode-sinode kebanyakan berpusat di Jakarta. Untuk itu PGLII DKI Jakarta harus berperan di mana pertama kita lakukan konseoidasi seluruh pengurus kemudian konsolidasi dengan sinode gereja di Jakarta lalu berkerja sama dengan pemerintah Jakarta serta aras gereja di Jjakarta.

Kita akan perjuangkan kesetaraan sesama aras gereja jadi tidak ada lagi perbedaan. Setelah kita bekerja sama serta  bersinergi dengan aras gereja menghasilkan Bantuan Operasional Tempat Ibadah ( BOTI ) dan dirasakannya saat situasi pandemic.

“Saya sendiri sebagai ketua kordinator BOTI untuk tahun 2021 di mana semester satu sudah 99 persen terealisasi dan sudah diekskusi. Nilai 41,6 milyar diberikan tanggung jawab untuk menyalurkan kepada PGLII DKI Jakarta oleh karena itu saya berpesan untuk mejaga kridebilitas dan kapabilitas”, ungkapnya serius.

Untuk itu kita hanya penyalur karena sumber dana dari Pemda DKI Jakarta dan itu perjuangan PGLII sebagai aras dipercaya menanganinnya. BOTI inipun rencana akan sampai tingkat nasional bukan hanya di Jakarta saja .

Kemudian Rory juga dipercaya dan mandate oleh BPJS ketenaga kerjaan sebagai ketua umum untuk menangani BPJS ketenaga kerjaan seluruh Indonesia dan sudah bicara dengan PGLII Pusat serta direstui. itulah perjuangan dari sekian perjuangan PGLII DKI Jakarta untuk terus menjalankan Amanat Agung, tutupnya. JPS

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *