Agusten Harahap ketua MKN Menyayangkan Teroris Saat ini Pelakunya Generasi Milenial

Terkini
Bagikan:

T3lusur-Jakarta-Teror bom bunuh diri kembali terjadi di gereja katedral Makassar masih hangat dalam pembicaraan masyarakat tersebut, tiba-tiba Senin sore di Mabes Polri ada seorang wanita masuk lalu mengancam memakai senjata. Tak sempat melukai, namun yang terjadi perempuan tersebut sudah ditembak aparat dan meninggal di tempat. Atas kejadian ini membuat situasi negeri yang selama ini aman kembali dibuat terhenyak.

Agusten Harahap Ketua umum Yayasan Mutiara Kasih Negeriku (MKN) mengecam keras atas aksi terorisme dengan sengaja menyerang baik itu fasilitas ibadah maupun simbol-simbol negara termasuk yang kemarin di Mabes Polri.

“Saya merasa prihatin terhadap korban, baik itu dari pihak teroris maupun korban serta dampak teroris, padahal sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi lagi”, tegas Agusten serius.

Dalam  hal ini selaku ketua MKN menghimbau kepada masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi, khususnya masyarakat Kristiani yang besok melaksanakan peringatan Jumat Agung, jadi kita berdoa untuk kedamaian bangsa.

Selanjutnya menurut Agusten tentang adanya ancaman teror jika dikaitkan dengan Kapolri Sigit Listyanto Prabowo yang beragama Kristen, itu hal yang kita jauhkan dahulu friksi yang seperti itu terhadap kejadian penembakan di Mabes Polri, ini murni kejadian aksi teriosrisme yang ingin membuat ketakutan di negara yang kita cintai.

Sebagai ketum MKN apa yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi ini, Meresponi hal tersebut Agusten mengaku kalau kiprah MKN memang belum melakukan hal yang besar, tetapi sudah beberapa tahun belakangan ini membuat aksi sosial secara konsisten, terutama di bawah kolong jembatan tol di daerah masyarakat terpinggirkan. Di mana masyarakat tersebut tidak tersentuh oleh tangan pemerintah dan tidak tersentuh pengajaran-pengajaran nasionalisme.

BACA  Gugatan Banjir Jakarta 2020 Diterima dan Ditetapkan sebagai Gugatan Class Action.

Dengan apa yang dilakukan oleh MKN, berharap berbuat baik terhadap masyarakat itu setidaknya untuk menghambat faham-faham radikalisme kepada masyarakat pada usia dini .

Sebab sekarang ini kalau dilihat operandi teroris sekarang ini sudah berbeda, bukan lagi usia diatas 30-40 tahun pelaku teror tetapi sekarang anak muda kaum melenial. Jadi yang perlu kita lakukan sejak usia dini kita harus membatasi ajaran-ajaran radikalisme agar tidak terpapar faham radikalisme .

Berbicara pendidikan menurutnya kurikulum pendidikan kita tidak salah dari pemerintah tetapi mungkin pemerintah agak sedikit lalai dan kurang membatasi masuknya ajaran radikalisme ini, yang jelas ajaran ini dari luar.

Untuk itu tegas Agusten dalam hal ini yang perlu diperbaiki adalah mulai lagi digiatkan dan ditingkatkan rasa dan jiwa nasionalisme mulai dari tenaga pengajar juga sekolah seperti PAUD sampai pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

Agusten mengingat kembali bagaimana ketika itu ada penataran Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4) ini sebaiknya dibangkitkan lagi dan ini sangat penting bagi generasi kita.

Sudah seharusnya hal-hal yang baik dilakukan oleh pemerintah dahulu bisa dilanjutkan lagi untuk sekarang.

Terhadap adanya teror belakangan ini Yayasan Mutiara Kasih Negeriku, bagi masyarakat Kristen khususnya tetap bersiap besok untuk beribadah Jumat Agung dan jangan pernah takut karena semakin kita takut teroris akan semakin merajalela dinegara kita.

Tetatpi jangan lupa melakukan PROKES dan tetap koordinasi dengan aparat pemerintah jika menemukan hal yang mencurigakan. Keumudian bagi masyarakat Kristiani harus semakin giat untuk berinteraksi keluar ke masyarakat lainnya yang berbeda agama.

“Jangan insklusif dan mari kita keluar dari zona nyaman kita untuk bergaul dengan di luar keyakinan dengan tetangga sekitar kita dan jangan membeda-bedakan satu dengan yang lain karena itu ajaran Tuhan yaitu kasihlah sesama manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri”, pungkas pria yang ramah ini.

BACA  Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa Jangan Ada yang Mencari Keuntungan Saat Negara Sedang Membutuhkan

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *