Kol. (Purn) Amsal Sampetondok Digadang Pimpin Parkindo 45 Tapi Masih ada Duri Dalam Daging

Terkini
Bagikan:

T3lusur-Jakarta-Jika Amsal Sampetondok seorang purnawiran tentara nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat terakhir kolonel ini, ketika dijumpai di kawasan Mall Grand Pramuka Jakarta Timur, Selasa 23/3/21 mengaku awalnya dikenalkan dengan pengurus Parkindo 1945, lalu diminta pimpin partai pohon terang ini. Amsal pria yang ramah ini kemudian bercerita bahwa sewaktu di Makasar Sulawesi  Selatan ada yang menghubunginya entah itu pengurus lama atau pengurus hasil KLB kah atau pengurus definitif awal kah, yang pertama mengundangnya,  diakui Amsal tidak tahu tentang pengurus yang mana.

Tentang darimana dapat namanya,  Amsalpun mengaku juga tidak tahu, bagi Amsal yang dia tahu diajak saja ke Jakarta lalu duduk bersama untuk membicarakan tentang krisis kepengurusan bukan kepemimpinan ya, tetapi krisis kepengurusan di Parkindo 1945, yang menurut mereka sudah lama vakum, itulah awal bagaimana dirinya bisa datang ke Jakarta ini, dan dikenalkan Parkindo 1945.

“Makanya saya datang ke Jakarta dalam rangka memenuhi undangan para pengurus Parkindo 1945 itu sehingga saya hadir pada saat ini”, terang bapak yang ramah ini.

Sesampainya datang di Jakarta lalu ada beberapa pengurus lama yang masih hidup mengundang untuk mengetahui tentang kesiapan dirinya yang di gadang menjadi ketua umum Parkindo 1945 ini. Namun atas pertanyaan tersebut Amsal tidak serta merta mengatakan siap tapi harus mempelajari terlebih dahulu tentang anggaran dasar, anggaran rumah tangga tentang Parkindo 1945 dan keabsahannya baik melalui undang-Undang maupun aturan- aturan lain yang ditetapkan dari pemerintah tentang Parkindo 1945 ini.

“Setelah saya pelajari dengan bertemu para pengurus  yang mengundang dan yang  menginginkan saya menjadi Ketua Umum DPP Parkindo, sampai saat ini saya belum menyatakan siap”, tukas pria yang bergerak dibidang perhotelan itu.

BACA  Lydiawati Dan Samuel Othank Foundation Banyak Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Bagi Amsal semua harus clear dan harus dipelajari dulu bagaimana sebetulnya didalam kepengurusan ini, nah ternyata setelah berjalan beberapa kali rapat dan bertemu, hingga pada suatu kesimpulan sepertinya masih ada duri dalam daging di Parkindo 1945  ini. Menurutnya durinya ini akan berdampak berat  dan sistemik  apabila kepengurusan ini akan dinahkodai.

“Saya terpanggil sebetulnya bukan partai nasional yang berplatform demokrasi Pancasila atau apalah namanya dalam istilah falsafah negara kita, tapi saya terpanggil karena dasar dari Parkindo ini adalah Pohon terang dan Salib itu”, tandasnya serius. Karena dengan pohon terang itu Amsal terpanggil bagaimana komunitas Kristen ini bisa eksis di kancah politik dalam rangka keterwakilan yang selama ini kita pikirkan agar  ada di Parlemen Pusat maupun di daerah.

Ketika didesak bagaimana respon atas permintaan dari pengurus tersebut, Amsal tegas mengatakan bahwa sampai detik ini belum mengiyakan karena harus dipelajari terlebih dahulu sampai di mana ini apakah mulus apa tidak ini para pengurus lama ini, karena setelah bertemu beberapa kali dan dipelajari ternyata  ya seperti tadi masih ada duri, inilah yang sangat disayangkan.

Mengapa ini  ada salib di dalam Pohon terang lalu mengapa harus berdebat didalam kepengurusan ini.  Melihat kondisi ini Amsal mengajak  marilah  menyatu  demi Kristus Yesus Tuhan Kita.

Sangat disayangkan ini jika masih  ada oknum-oknum  yang tidak setuju apabila atau mendirikan suatu komitmen atau suatu pandangan yang dilihat tidak berdasarkan kepada nilai-nilai Kristen, padahal kalau memang semua merasa terpanggil dalam hal membesarkan Partai Kristen Damailah kita ini. Tetapi setelah dipelajari, wah ini masih banyak ini persoalan.

“Saya himbau kepada mereka marilah kita bersatu jangan selalu berbicara latar belakang siapa dan sudah berjuang seperti apa, tapi mari kita melihat ke depan akan eksistensi partai berlambang Pohon terang ini”, ungkapnya prihatin.

BACA  HYU : Kami Minta Presiden Jokowi Segara Melakukan Evaluasi UU NO 21 Tahun 2001 Tentang Otsus di Tanah Papua

Prinsipnya hentikan kepentingan-kepentingan pribadi dan semua pihak bersatu, dengan berfocus bagaimana bisa Parkindo ini mampu ikut dalam pemilu 2024 dan bisa memenuhi persyaratan dalam rangka ikut kontestasi nanti.

Tinggalkan kepentingan pribadi kalau ikut politik hilangkan semua itu mari kita menyatu demi pohon natal, terang yang ada dalam Logo Parkindo ini””, tutupnya tanpa tedeng aling-aling..YM

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *