Bambang Utoyo Amir Sjarifuddin Harahap Menjalankan Politik Etis

Terkini
Bagikan:

T3lusur-Jakarta-Wacana mengajukan Amir Sjarifuddin Perdana menteri beragama Kristen pertama menjadi pahlawan nasional  hingga kini semangatnya masih tinggi, berbagai seminar dan diskusipun sudah digelar. Termasuk Jumat 5/3/21 Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia juga kembali menggelar webinar dengan tema Amir Sjarifuddin layak jadi pahlawan nasional.

Bambang Utoyo M.Th ketua Formag Jakarta Selatan dan juga mantan kepala kesbangpol Jakarta Selatan dalam paparannya mengatakan bahwa, Amir Sjarifuddin setelah belajar di Belanda makin mendalami iman kristen.

Berangkat dari pemahaman akan alkitab itu, lanjut Bambang Utoyo Amir menerapkan politik etis, di mana dalam berpolitik mendasarkan pada setara sosial kemudian dalam politik etis tersebut juga menekankan belas kasih. Politik etis itulah yang melawan diskriminasi dan anti kekerasan.

Mengingat Amir yang taat dalam menerapkan nilai-nilai Kekristenan ini otomatis menepis tudingan selama ini yang mengaitkan Amir dengan komunis. Terbukti bahwa Amir seorang yang religius adalah ketika menghadapi regu tembak terlebih berdoa dan tetap memegang alkitab.

Sedangkan Padmono jurnalis sinior dan seorang budayawan ini melihat sosok Amir adalah sosok yang berani di eranya orde lama Amirlah yang mengeluarkan maklumat tentang kebebasan pers. Menanggapi perjanjian reville yang dianggap gagal sebetulnya tidak demikian, tetapi ada penghiatan di dalamnya.

Namun sekalipun Amir pantas menjadi pahlawan nasional, bagi Padmono itu hal yang tidak mudah, apakah presiden Jokowi dan TNI mau menerima. Mengingat diterima dan tidaknya seseorang mendapat gelar pahlawan itu hak prerogratif presiden.

“Bagi saya siapaun yang berjasa bagi bangsa ini sudah menjadi pahlawan, sedangkan gelar pahlawan nasional itu tak lebih gelar pahlawan secara politis”, ungkap pria yang mahir menjadi dalang wayang kulit ini.

BACA  BPD GBI Jabar Merespon Pernyataan Gubernur Jawa Barat Tentang Penyebaran Covid 19

Sementara Bridjen Purn Harsanto Adi Ketua umum Asosiasi Pendeta Indonesia langsung pada persoalan tentang Amir Syarifuddin apakah sudah pernah diajukan sebagai pahkawan nasional. Karena tentang Amir syarifuddin sendiri pernah diseminarkan di gedung Djoeang tinggal kumpulkan dokumen yang ada, agar mempercepat pengajuan Amis Syarifuddin sebagai pahlawan nasional.

Namun ada salah satu persyaratan agar seseorang bisa dimajukan sebagai pahlawan nasional harus setia dan tidak mengkhianati negara. Tentang penghiatan ini menurut mantan humas di kementerian pertahanan ini adalah adanya rekayasa di mana Amir sewaktu ditembak Jendral Gatot Soebroto tidak melalui peradilan yang benar. Bahkan Ir Soekarno ketika itu tak setuju atas tindakan penembakan terhadap Amir.

Makanya kalau Amir Sjarifuddin bisa diajukan Harsanto meyakini bisa diterima mengingat pemerintahan Jokowi saat ini sangat baik dalam mengusung nilai-nilai kebangsaan. Justru yang menjadi pertanyaan apakah pihak pemda Sumatera Utara mau mengajukan Amir sebagai pahlawan Nasional.

Menanggapi tentang Amir layak jadi pahlawan Nasional sesuai syarat Djasarmen melihat untuk dijadikan pahlawan nasional ada satu persyaratan yang memberatkan, di mana dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai-nilai perjuangan.

Perbuatan tercela yang dimaksud yaitu terlibat dalam peristiwa di Madiun1948  yang menjadi pertanyaan terang Djasarmen ketua umum MUKI ini pada saat peristiwa di Madiun 1948, Amir Sjarifuddin Harahap tidak berada di tempat (alibi) berada di Yogyakarta mengikuti kongres serikat buruh kereta api. Untuk itu Djasarmen perlu dibuat kajian bahwa Amir Sjarifuddin tidak terlibat dalam peristiwa Madiun itu.

Sebagai bahan pertimbangan toh ada dua orang pahlawan nasional berideologi marxisme yaitu Tan Malaka dan Alimin sebagai pahlawan nasional.

Selain itu dalam webinar kali ini juga menampilkan narasumber dari diretur Kepahlawanan Keperintisan, Kesetiakawanan dan restorasi Sosial (K2KRS) Kemensos Joko Irianto M.Si yang memaparkan persyaratan seseorang dapat diajukan menjadi pahlawan. Sementara itu masih ada Sabam Sirait politisi sinior dan anggota DPD RI serta Dr Jimmy Lumintang rektor STT IKAT serta Roberto dari GMKI.

BACA  Pembimas Kristen DKI Beribadah Ke Gereja dengan Menggunakan QR Code Peduli dan Lindungi

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *