STT IKAT Memberikan Penghargaan Pada Tokoh Penginjil Papua

Liputan
Bagikan:

Jakarta, t3lusur-Dies natalis ke 35 STT IKAT Jakarta yang berlangsungkan pada Sabtu 13/2/21 acara wisuda baik sarjana pendidikan maupun theologia dari S-1 hingga S-3 bertempat di aula kampus biru jalan Rempoa Raya, Jakarta Selatan. Namun sebelum dilangsungkan wisuda tersebut juga melakukan kuliah umum dengan tema UU Omnibus Law, hadir salah satu narasumber Menteri Hukum dan HAM Prof. Yasona Laoly, sehari kemudian diadakan ibadah syukur dalam rangka HUT Kampus STT IKAT.

Dalam acara wisuda tersebut salah satu agendanya memberikan penghargaan bagi tokoh gereja dan masyarakat, Dr Donna Sampaleng M.Pd.,D.Th Ketua II dan Kepala LPPM STT IKAT ketika dijumpai perihal penghargaan tersebut menegaskan bahwa acara penghargaan ini sudah menjadi tradisi. Kalau kemudian di tahun 2021 ini memberikan gelar penghargaan kepada Pdt. Dominggus Mayor dengan pertimbangan mengingat perannya sebagai tokoh sejarah perintis pelayanan GPKAI, sedangkan STT IKAT sendiri sebagai bagian pelayanan gereja tersebut.

Sekali lagi seperti biasanya memang setiap dies natalis selalu ditandai dengan memberikan penghargaan kepada insan-insan yang kebermanfaatnya telah memberikan pengabdian masyarakat dan sudah diakui masyarakat demikian karyanya juga dirasakan masyakarat banyak.

Tentu dengan penilian-penilian beberapa kriteria yang dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat. Adapun penghargaan yang diberikan ada dua pertama penghargaan dengan penyebutan tokoh sebagai tokoh Kristen dan kebetulan kalau Pdt Dominggus sebagai tokoh misiologi dan church planting dari versi STT IKAT, lalu penghargaan kedua pemberian gelar kehormatan.

Sedangkan untuk Pdt Dominggus Mayor gembala GPKAI Inggadi ini, hanya diberikan penghargaan sebagai tokoh, dengan pertimbangan lebih tepat mengingat kiprah yang dilakukan sepanjang usianya 85 tahun dan 60 tahun pelayanan. Luar biasanya hingga saat ini masih tetap melakukan perintisan pos-pos pelayanan.

BACA  MUKI dan API Sampaikan Protes Kemendikbud tentang Buku Pelajaran Agama SMP dan SMA yang Kontroversial

Tentang kehadiran Pdt Dominggus dari Papua ke Jakarta sendiri mengingat masa pandemic corona, awalnya menjadi bahan pertimbangan dari pihak penyelenggara, seperti sudah menawarkan menerimanya secara online saja ketika menerima penghargaan tersebut. Tetapi semangat Pdt Dominggus yang begitu yakin dan ingin merasakan suasana langsung dia memutuskan untuk menerima secara offline di Kampus STT IKAT seperti yang disaksikan pagi ini. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan proteksi ketat siapapun yang hadir dengan melakukan tes rapid.

Ada yang menarik dari pernyataan Pdt Dominggus saat memutuskan menerima langsung. Bagaimana saat masuk daerah pelayanan yang sadar betul di daerah itu bisa saja mematikan dirinya itupun dia berani. Apalagi ini saat akan menerima penghargaan atau penghormatan yang belum dipikirkan sebelumnya, pasti akan lebih berani.

Selain itu kehadirinnya juga akan memberikan satu balasan atau apresiasi pihak STT IKAT yang telah berusaha memberikan yang terbaik dalam pelayanannya.

Saat dies natalis ke 35 tahun ini selain Pdt Dominggus Mayor yang menerima penghargaan masih ada beberapa lagi yang diberikan tetapi lebih pada penghargaan   gelar kehormatan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *