Parkindo 1945 Meminta Aparat Hukum Bertindak Tegas Terkait Tindakan Teror Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Penduduk Lemba Tongoan Sigi

T3LUSUR
Bagikan:

Bandung, t3lusur.com-Kejadian luar biasa berupa kejadian teror di Lemba Tongoan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa 4 orang meninggal dunia dibunuh secara keji dan pembakaran rumah tempat tinggal yang juga digunakan sebagai tempat ibadah di pemukiman penduduk, telah menimbulkan ketakutan, kepanikan dan pengungsian untuk menyelamatkan diri dari tindakan yang bisa berkelanjutan.

Mencermati kondisi dan situasi yang demikian Dewan Pimpinan Pusat Partai Kristen Indonesia dalam hal ini Alida Handau Lampe G selaku ketua umum menyerukan hal-hal sebagai berikut pertama, turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah, karena kasih, berkat dan karunia Tuhan Yesus selalui menyertai dan memberi kekuatan dan ketabahan dalam kondisi duka yang tidak tertanggungkan secara manusia.

Kedua, Mengutuk dengan keras segala bentuk kekerasan, tindakan teror, pembunuhan dan pembakaran rumah penduduk serta berbagai kejahatan lainnya yang dilakukan sebagaimana yang terjadi di Lemba Tongoan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketiga dalam upaya menjamin keamanan dan keselamatan rakyat, meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini TNI dan POLRI agar mengambil tindakan penegakan hukum dan pemberian perlindungan kepada rakyat dan sekaligus menangkap pelaku tindakan teror yang masih melarikan diri dan berkeliaran disekitar wilayah kejadian perkara.

Keempat mengajak semua elemen masyarakat dan umat Kristiani, anggota dan simpatisan Partai Kristen Indonesia 1945 (Parkindo 1945) untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi pada berbagai berita-berita yang beredar di masyarakat. Memperhatikan sungguh-sungguh setiap seruan yang disampaikan berbagai organisasi kemasyarakatan atau organisasi keumatan lainnya yang menyejukan dan mendamaikan.

Kelima,Mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu, tidak mudah terprovokasi dan dicerai beraikan oleh situasi yang terjadi, baik terhadap isu-isu provokatif dan berita-berita yang belum tentu kebenarannya (hoaks) sehingga penanganan tindakan teror yang terjadi ini dapat diselsaikan oleh aparat penegak hukum.

BACA  Dian A Sembiring UKI Melatih Mahasiswanya Memiliki Mental Baja

Kiranya Tuhan Yang Maha Pengasih dan penyayang tetap melindungi pemerintah dan rakyat Indonesia yang kita cintai.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *