Pdt. Rubin Adi Abraham masa post truth orang lebih suka mendengar dongeng

Liputan
Bagikan:

Bandung,Gelaran wisuda STT Kharisman Bandung, Rabu, 21/10/20 diawali dengan kotbah pengantar yang disampaikan langsung oleh ketua STT Kharisma Pdt. Dr  Rubin Adi Abraham dengan tema mengabdi di masa pendemi dengan mendasarkan bacaan alkitab dari 2 Tim 4:1-5.

Dalam wisuda mahasiswa teologia Kharisma Bandung di bawah kepemimpinan Pdt Dr. Rubin Adi Abraham yang sekaligus juga Ketua Harian Sinode Gereja Bethel Indonesia, dilangsung secara onside serta daring atau virtual, di mana masing-masing angkatan diwakili satu mahasiswa baik program S-1, S-2 dan S-3 nya.

Rubin menekankan dalam situasi apapun baik dan tidak baik firman harus tetap disampaikan. Karena itu hendaknya setiap anak-anak Tuhan harus tetap setia melakukan pelayanan baik kepada Tuhan dan jiwa-jiwa yang dilayani baik di masa sukar maupun masa senang.

Tiga hal yang menjadi titik berat kotbahnya pertama harus terus didorong untuk menjadi pelayan yang setia, berbicara pelayanan diawal dengan sebuah pertanyaan siapa yang harus melayani di hadapan Allah dan Yesus Kristus. Dengan pertanyaan itu berarti ketika kita melayani harus dengan sungguh-sungguh. Karena yang memerintahkan adalah sang pencipta langit dan bumi, untuk itu setiap kita harus bertanggung jawab kepadanya, itulah yang mendorong untuk mengambil bagian dalam pelayanan.

Jadi yang mendorong untuk melayani itu bukan karena pendeta, penatua atau para pengerja gereja atau isteri dan suami tetapi Tuhan sendiri yang mendorong untuk melayaninya. Dimana mata Tuhan melihat kita semua. Oleh karenanya dalam pelayanan ini semata untuk kemulian namaNya.

Dengan begitu sebagai pelayan Tuhan harus hidup benar dan bertanggungjawab terhadap semua pelayanan dan seluruh hidup ini dengan memiliki rasa takut akan Tuhan, hormat dan gentar pada Tuhan, pelayanan harus dimotivasi dengan ketulusan bukan untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri.

BACA  Kapolres Kepulauan Seribu Membagikan Internet Gratis Kepada Siswa

Kedua mengenai tugas setiap kita yakni beritakan firman, kenapa harus memberitakan firman karena ini menentukan hidup dan matinya manusia secara kekal. Karena siapa yang menerima firman akan selamat sebaliknya kalau yang menolak akan binasa sampai selamanya, Yoh 20:1. Untuk itu siapapun kita harus memberitakan firman agar banyak orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan memperoleh hidup yang kekal .

Berangkat dengan kehidupan kekal itu makanya baik atau tidak baik firman itu tetap harus diberitakan, seperti masa-masa ini masa yang tidak baik, tidak nyaman dikarenakan pandemic covid19 telah melanda seluruh dunia kurang lebih 40 juta seluruh dunia terkena virus ini dan 10 juta mati.

Realiatas saat ini banyak orang takut mati lalu nah jangan-jangan mereka tidak memperoleh hidup kekal, makanya sudah menjadi tugas kita untuk memberitakan Injil kepada mereka. Banyak orang kuatir akan terjadi krisis ekonomi, krisis sosial yang mengancam, makanya kita harus membawa kabar baik kepada mereka.

Layaknya seorang dokter dan  tenaga medis yang bertaruh nyawa untuk mereka yang terkena covid19, maka kita harus setia melayani. Saat ini yang dibutuhkan orang bukan semata kesehatan fisik tetapi juga secara mental spiritual yang sifatnya kekal. Beruntung di saat pandemic ini ada kemudahan bagaimana kita bisa memberitakan Injil melalui sosial media. Jangan hanya tunggu undangan kotbah di gereja karena kenyataan banyak pintu gereja hingga saat ini belum dibuka.

Namun dalam penginjilan bisa melalui youtube, istagram, face book dan media sosial lainnya. Seperti yang dilakukan salah satu lulusa STT Kharisma dengan membuat konten youtube dengan materi kotbahnya ternyata lebih banyak menjangkau orang sampai puluhan ribu. Hal ini sangat efekti bisa dilakukan disbanding dengan kotbah onside. “Bisa dikatakan walaupun saat pandemic ada ruang terbuka untuk melayani bahkan melalui sosmed”, tegasnya.

BACA  Pewarna Indonesia Menganugerahi Penghargaan DR. Era-Era Hia MM., MSI. Sebagai Tokoh Pendidik Nasionalisme.

Ketiga saat ini adalah masa orang yang lebih suka membuka telinganya bagi dongeng, ini masa post truth atau pasca kebenaran. Masa post truth di mana adalah masa dibentuk oleh karena sentiment secara emosional dan kepercayaan dudasarkan fakta dan rasio. Sehingga ketika ada orang mempercayai berita kebohongan akan mempertahankan secara matia-matian pendapatnya itu.

Indonesia masa post truth ini dibicarakan secara meluas saat kampanye 2019 yang lalu salah satu calon presiden sudah ada yang mengklaim kemenangan sebelum perhitungan resmi dilakukan oleh KPU. Maka ketika dinyatakan salah pengikuitnya berkata curang karena sudah konspirasi dan sebagainya. Masa post truh masa orang percaya hosx mempercayai terori konspirasi seperti kata firman orang menolak kebenaran dan lebih membuka telinga bagi dongeng. Dongeng bisa dikatakan cerita hoax seperti demo yang merebak di mana-mana menolak undang-undang Omnibuslaw cipta kerja, hanya karena hoax.

Padahal seharusnya kalau memang tidak terima dengan undang-undang cipta kerja tersebut bisa menempuh jalur hukum seperti di MK dan sebagainya. Namun memang inilah masa post truth itu sedang bekerja.

Lalu bagaimana di kekristenan itu sendiri,s aat ini banyak orang mengumpulkan guru-guru menurut kesenangan mereka, tetapi apa yang diajarkan itu tidak benar. Untuk itulah hendaknya memegang ajaran alkitab secara konsekuen, msalah orang yang membaca alkitab bilang bahwa penafsirannya yang paling benar bukan orang lain.

Oleh karenanya alkitab sebagai sumber utama solascriptura memperhatikan konsili-konsili gereja yang telah diambil berabad-abad yang lampau, kita mendengar bapak-pabapk gereja yang konservatif yang kemudian melahirkan pengakuan-pengakuan iman, termasuk pengakluan iman di gereja masing-masing, inilah yang menjadi rel dan arah yang bisa dipegang, sebab pada kini ada orang bilang teologianya sudah makin maju, makin berkembang ada hal-hal baru yang diungkapkan padahal alkitab katakana tidak ada hal-hal yang baru dimuka bumi ini.

BACA  Hasudungan Manurung, S.H, Pemerintah harus menjelaskan dengan tuntas masalah penembakan Pdt. Yeremia

Bisa dipikir itu hal baru tetapi sebetulnya hal yang lama dikarenakan kita jarang membaca atau bahkan malas membaca. Jangan percaya kalau ada orang yang mengatakan menemukan hal baru dan semua tulisan yang sudah berabad-abad itu diangga nisbi, dengan alasan ada urapan baru percayalah itu dongeng dan memakai teori konspirasi. Jangan hanya karena pandai bicara di youtube yang pandai memakai diksi dan narasi yang memancing emosi. Sehingga terjadilak konflik.

Marilah tetap setia dengan tetap menjunjung nilai kebenaran sesuai dengan apa yang diajarkan bapak-bapak gereja.

Kemudian Pdt Yulius Ishak sebagai pendiri menyapaikan ucapan selamat karena dengan di wisudanya mahasiswa kali ini hati Tuhan sukacita tetap berdiri teguh di dalam tuhan dan lakukan pengharapan mu atas kasih karunia Tuhan bukan karena kuat dan gagah dan bukan karena kekuatan karena ilmu pengetahuan, kesehatan panjang umur tetapi semata karena kasih karunia, untuk itu jangan turuti hawa nafsu.Muji

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *