Jhon SE Panggabean SH MH Ultah ke 56 tak ragu lagi karena Tuhan menuntun

Liputan
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-“Kubersyukur Padamu Tuhan”, judul lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Jhon SE Panggabean merupakan ungkapan dari hati yang sesungguhnya dialaminya. Betapa baiknya Tuhan itu yang masih memberi napas kehidupan kepada kita hingga hari ini. Dengan pengalaman pernah sakit kurang lebih 2 (dua) tahun (2017-2019) yang mengakibatkan berat badan berkurang secara drastis 32 kg dari gemuk sampai sempat berat badan tinggal 47 kg dan opname dirumah sakit 10 kali termasuk di Pantai Hospital Penang. “Jujur hanya karena kasih Tuhanlah saya sembuh secara mujizat dari 5 (lima)  macam penyakit yang saya derita”, ungkapnya. Saya akan selalu menceritrakan  pengalaman saya bahwa Tuhan Yesus sangat amat baik dan semua FirmanNya adalah  Ya & Amin.

Selama 2 (dua) tahun saya terpuruk karena sakit, namun justru dibalik peristiwa itu saya semakin merasakan kasih dan kebaikan Tuhan. Karena disaat saya sudah tidak ada lagi kekuatan baik dari segi fisik maupun dari finansial namun di saat  saya datang lagi kepada Tuhan dengan kerendahan hati mengakui semua dosa dan kesalahan serta tetap mengucap syukur, ternyata Tuhan tetap setia dan disitulah pertolongan Tuhan saya alami secara mujizat.

“Saat itu disuatu pagi hari saat masih sakit dan dirawat dirumah,  perasaan saya sudah aneh, saya panggil istriku dan saya katakan “Mama saya sudah tidak kuat lagi”, istriku memandang saya dan berkata: “jangan Pa, jangan membunuh kami”. Mendengar ungkapan itu aku terhentak, ternyata maksud istriku kata membunuh kalau saya apa-apa mereka akan susah karena memang ketika itu ke 3 (tiga) anak saya masih di akhir2 perkuliahannya yang membutuhkan biaya. Saat itu saya katakan kepada istriku obat saya sudah habis dan uang kita sudah tidak ada lagi untuk membeli, kalaupun kita cari pinjaman lagi untuk beli obat nanti ginjal saya bisa juga menjadi rusak, karena sudah 2 tahun makan obat terus minimal 5 sampai 7 butir sekali minum dan 3 kali setiap hari. Akhirnya saya dan istri ketika itu sepakat agar kami menyerahkan diri dan berharap kepada Tuhan saja serta berdoa dan memohon kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan.

BACA  Sabam Sirait Wartawan harus rajin membaca dan tidak buat tulisan yang memecah belah

Hari itu kami membaca Firman Tuhan dalam Markus 11 ayat 24 yang berbinyi; ” Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya , maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Kami imani firman itu dan saat itu kami teringat pengalaman saya pada tahun 1995 saya sudah pernah juga sakit  dan disembuhkan Tuhan secara mujizat, dimana saat itu saya sakit dan setelah menyerahkan diri kepada Tuhan dimana saat menaikkan lagu puji-pujian dan berdoa,  tiba-tiba saya rasakan dari ujung kepala seperti minyak mengalir sampai ke seluruh tubuhku dan saya sembuh total dan sejak saat itu tahun 1995 sampai 2016 (21 tahun) tidak pernah sakit atau minum obat lagi dan saat menerima kesembuhan, saat itu saya berjanji akan menyerahkan hidup kepada Tuhan dan saya akan hidup sesuai firman Tuhan. Ya sekitar  8 (delapan) tahun saya setia sekalipun mengalami banyak pergumulan, tapi janji tersebut belakangan saya ingkari karena saat sudah diberkati dan sudah sibuk dengan profesi dan organisasi ternyata tidak saya jalankan lagi secara utuh tadinya sudah pelayanan ternyata jadi jarang pelayanan, bahkan pola hidup dan pola makan sudah tidak teratur lagi bahkan sering begadang, sehingga pengalaman sakit yang lebih parah terulang lagi tahun sakit dari tahun 2017 sampai 2019.

Berhasil hantarkan putra-putrinya raih gelar sarjana

Kembali ke cerita awal saat saat sakit terakhir, dimana kami setelah berserah total kepada Tuhan dan saya bersama istri meng imani bahwa doa kami dikabulkan Tuhan,  besoknya seperti biasa saya diantar ke kantor yang tidak begitu jauh dari rumah karena sejak setahun setelah sakit kantor sudah pindah dekat rumah. Saat itu saya sudah mulai bisa jalan pelan-pelan namun sudah tujuh bulan dilarang dokter kena sinar atau paparan matahari karena salah satu sakit penyakit saya autoimun. Siang itu sewaktu saya dikantor saya berdoa lagi kepada Tuhan “…kalau Tuhan berkenan tolong sembuhkan saya dan saat ini saya akan berjalan kaki ke rumah diatas terik matahari”. Sewaktu saya berjalan kena terik matahari saya imani bahwa Tuhan mendengar doa saya. Sewaktu sampai di depan pagar rumah, istriku serasa berteriak” Papa kog jalan dan kena matahari” saya jawab Tuhan Jesus telah menyembuhkan saya

BACA  Hentikan Polemik, Mari Bermusyawarah

Sesuai Doa kita kemarin. Ternyata benar, Tuhan Jesus sungguh baik, karena mulai  saat itu menjadi kenyataan saya sembuh dan mulai saat itu tidak berobat lagi, bahkan yang tadinya sudah tidak bisa apa-apa ternyata mulai saat itu dan beberapa lama kemudian saya sudah bisa kembali berolahraga.

Puji Tuhan, saya mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. Kemudian saya mulai aktif berkegiatan dan karena kasih Tuhan diundang bersaksi bahkan bawa Renungan Firman  di beberapa gereja terutama sebelum terjadi wabah Virus Corona. Yang saya syukuri  lagi pada saat disembuhkan ketiga anak saya Samuel Panggabean, Clara Panggabean serta Gracia Panggabean tamat kuliah dan saat ini ketiganya sudah bekerja Samuel Panggabean menjadi Pendeta, Clara Panggabean dan Gracia Panggabean jadi calon Advokat. Kami juga sangat  bersyukur karena walaupun beberapa bulan setelah sembuh dan baru aktif berkegiatan menangani perkara sebagai Advokat ternyata terjadi wabah Virus Corona di Indonesia. Karena kantor saya setelah pindah dekat rumah, maka kami tetap masuk kantor dan selalu kebaktian dikantor dan minta agar Tuhan memberi kesibukan kerja. Puji Tuhan klienku yang lama dan yang baru  mulai berdatangan lagi ke saya dan saya serasa dipulihkan Tuhan, bukan hanya kesehatan fisik dipulihkan tetapi dari segi berkat jasmani tetutama rohani.

Pengalaman saya,  kalau kita datang dan melekat kepada Tuhan serta mengimani atau percaya doa kita dikabulkan, maka hal  itu menjadi kenyataan dan berkat-berkatNya akan dicurahkan, ungkap Ketua DPC Peradi SAI Jakarta Timur dan ketua Umum Panggabean Sejabodetabek ini.  Lagu “ Kubersyukur dan berterimakasih PadaMu   Tuhan atas hidup yang Engkau berikan hingga hari ini, ku tak akan bimbang lagi, kutak akan ragu lagi karena Engkau selalu menuntunku disetiap  langkah hidupku”, lagu yang baru saya tulis dan saya nyanyikan tersebut dapat didengar di youtube chanel Jhon SE Panggabean sebagai ungkapan syukur saya. Kiranya Tuhan Jesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *