Pdt. Dr. Jimmy M.R Lumintang Perjamuan Kudus Perayaan Paskah Bisa Dilakukan Secara Online

T3LUSUR
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-Bulan April ini merupakan salah satu hari besar bagi kaum Nasrani yakni perayaan Paskah yang selalui ditandai dengan perayaan perjamuan kudus, sebagai pengingat akan pengorbanan Yesus di kayu salib.

Sekaitan dengan larangan beribadah dikarenakan menghindari penyebaran covid 19, maka jelas sudah perayaan jumat agung dan perjamuan kudus akan menghadapi persoalan. Memang ada wacana agar perjamuan kudus diundur saja seperti yang diserukan persekutuan gereja indonesia (PGI).

Memang saat ini banyak gereja dalam menjalankan ritual ibadahnya secara online melalui live streaming ataupun youtube yang menjadi pertanyaan besarnya apakah dengan ibadah streaming ataupun diunduru itu tidak akan kehilangan makna dari perjamuan kudus paskah itu sendiri.

Pdt. Dr Jimmy M.R Lumintang seorang pendeta di Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) ketika dijumpai di kampus STT IKAT, Selasa 7/04/20 di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan, menurut pendapatnya perjamuan kudus online bisa dilaksanakan seperti ibadah saat ini, tetapi kalau diundur apakah makna dari perjamuan kudus yang memang momentnya dilaksanakan hari Jumat..

“KGPM di mana saya menggembalakan akan tetap melaksanakan perjamuan kudus dalam ibadah Jumat Agung, karena secara teologis pelaksanaan perjamuan kudus harus dilaksanakan pada Jumat Agung, kemudian kalau tata caranya  perjamuan kudus secara online, tinggal disesuaikan dengan kondisi yang ada, saat ini sudah ada teknologinya melalui live streaming kita tetap berhadapan dengan jemaat”, tukas rektor STT IKAT ini.

Walaupun dengan ibadah streaming tetap memakai toga didampingi oleh penatua, sedangkan jemaat di sana di wilayah Rusunawa, Pulo Gebang, Jakarta Timur memang mudah terjangkau dan berada dalam satu wilayah.

“Ada tujuh blok tiap blok masing-masing ada Penatua yang melayani. Melalui streaming dan saya memimpin dalam perjamuan kudus seperti layaknya perjamuan kudus digereja dengan meminum anggur dan makan roti yang masing-masing sudah disiapkan penatua di mana di tempat jemaat masing-masing, bedanya ini hanya melalui  streaming”, ujar pria yang selalu bernampilan rapi ini.

BACA  Up Date Terkini Kondisi Mahasiswa STTB yang Positif Corona di Wisma Atlit Jakarta

“Sekali lagi ini dilakukan dengan segala pertimbangan seperti letak jemaat yang terkonsentrasi satu tempat, dan secara alat mereka 80 % sudah memiliki gadget, ditambah sinode KGPM menganut sistem kongregasi  jadi bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing gereja lokal”, bebernya mencoba menjelaskan.

 Apa yang dilakukan Pdt. Jimmy dengan KGPM nya di rusunawa Pulo Gebang pertimbangannya memang gereja sudah bisa melaksanakan dengan streaming, ditambah kalau ibadah Jumat Agung itu ditunda dilaksanakan, apa makna dari perjamuan kudus dalam peraayaan Paskah itu”,  tandasnya bertanya.

Pikirnya kalau memang selama ini gereja sudah melakukan ibadah dengan online dalam menyikapi pandemi corona, maka perjamuan kuduspun bisa dilakukan mengingat kondisi darurat.

Apa yang dikatakan itu semata pertimbangan pribadi, bukan atas seruan lembaga, menurutnya jika perjamuan kudus di undur sudah tidak sesuai lagi dengan makna dari perayaan paskah sendiri, pungkas bapak yang meraih apresiasi sebagai Figur sahabat PEWARNA  yang diberikan di Pulau dewata beberapa tahun yang lalu.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *