Seruan PGIW DKI Jakarta Menghadapi Pandemik Virus Covid 19

T3LUSUR
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-Penyebaran virus yang berasal dari Wuhan China ini membuat sebagian besar umat manusia dirundung kepanikan dan ketakutan, termasuk Indonesia yang juga tertular virus Corano ini, menyikapi kondisi ini PGIW DKI Jakarta dalam hal ini diwakili Ketuanya Pdt. Manuel E. Raintung mengeluarkan beberapa seruan sekaitan dengan Jakarta yang merupakan daerah terbanyak terpapar virus ini. Raintung dalam seruannya menyatakan antaranya

Pertama, memberikan respons positif terhadap himbauan-seruan-edaran dari pihak Pemerintah RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MPH PGI, Sinode Gereja dan berbagai lembaga keumatan agama. Bukan saatnya kita berpolemik seputar cara bersikap, tetapi sekarang yang dibutuhkan adalah lakukan pembatasan pertemuan-pertemuan dengan siap tinggal di rumah.

Dalam hal ini aktivitas peribadahan dan kegiatan gerejawi sudah seharusnya diadakan di tempat saja tanpa bertemu serta berkumpul di tempat ibadah. Sudah disepakati sementara ini kita lakukan dua minggu ke depan. Sangat diharapkan kerjasamanya, untuk kita saling mengingatkan, diantara gereja dan jemaat, yakni kita siap berada di rumah, berbakti-berdoa di rumah saja. Jangan lakukan lagi kesempatan berkumpul santai di tempat ibadah. Gedung Gereja sebaiknya ditutup sementara. Pelayanan dengan online system bisa dilakukan juga atau yang dianggap tepat.

Kedua, saatnya sekarang ini mementingkan membangun PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Ini merupakan ajakan yang sudah lama dan semestinya sudah pula dikerjakan gereja-gereja. Yang harus dilakukan sekarang ini selain mengutamakan kebersihan di dalam dan di luar gedung/rumah, kita juga harus terus mencuci tangan dengan sabun. Hand Sanitizer hanya untuk membantu, yang utama adalah mencuci tangan dengan sabun. Ajak dan ajar semua anggota keluarga untuk melakukan ini terlebih ditengah wabah Covid.19. Ikuti petunjuk lainnya seputar ajakan mengutamakan kebersihan. Jangan ragu dan tunda, adalah baik untuk terus mencuci tangan dengan sabun.

BACA  Fungsi Pembuatan Undang-Undang Sebaiknya Ditunda

Ketiga, Gereja-gereja perlu melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala di tempat ibadah bahkan di tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah. Cobalah bekerjasama dengan pemerintah setempat atau Puskesmas terdekat. Jika perlu mengusahakan secara mandiri dan melakukannya dengan melibatkan para tetangga dan lingkungan tempat ibadah. Jangan menunggu dan menunda. Kerjakan mulai dari sekarang.

Keempat, sebagai umat beriman, mari kita terus berserah dan bersandar pada Kemahakuasaan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tetap dan terus berdoa agar pengendalian dan pencegahan wabah Covid.19 ini dapat dilakukan sebaik mungkin oleh pihak2 yang telah ditetapkan. Doakan Satgas penanggulangan Covid dari Pemerintah maupun lembaga yang terkait. Doakan Para Medis dan Pelayanan Rumah Sakit yang terus berjuang melayani warga yang terpapar Covid.19. Doakan juga usaha2 yg dilakukan gereja (dhi.PGI) yg bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga lainnya untuk membantu penanggulangan Covid.19.

Kemudian kelima, sekali lagi dimohon kerjasama yang baik dalam hal ini. Marilah kita saling menguatkan dan jangan mencari kelemahan, apalagi menyebarkan HOAX yang pasti merugikan banyak pihak.

Demikianlah penyampaian ini dibuat , sembari meyakini bahwa Tuhan kita selalu bersama dan beserta kita yang mengandalkanNya dan berserah kepadaNya. Terima Kasih.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *