Jaringan Doa Nasional Serukan Doa Bagi Bangsa Dalam Menghadapi Pemulihan Bencara Virus Covid 19 dan Pilkada Serentak 2020

Terkini
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-Di tengah situasi bangsa menghadapi bencana akibat serangan virus Corona atau COVID 19 membuat sebagian besar hati ciut, dikarenakan pandemic virus yang berkembang cepat. Kondisi ini berdampak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Menghadapi kondisi ini doa sangat perlu dan sifatnya mendesak untuk dilakukan, karena kita tahu hanya Tuhan yang dapat menolong”, ungkap Charles Jonan yang diaminkan ke dua narasumber lainnya yakni Pdt Mulyadi Sulaeman dan Pnt. Heri Pratomo dalam komprensi press, Jumat 20/03/20, di Gereja  House of Filadelfia, Mall Beleza Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Charles mengatakan bahwa menyadari situasi dunia akhir-akhir ini yang berdampak ke Indonesia dengan penyebaran pandemic virus COVID 19 membawa dalam situasi yang begitu berat sedang melanda semua pemimpin dunia, ancaman ekonomi global, kepanikan dan kecemasan yang dirasakan semua orang menjadi persoalan tersendiri.

Sementara di Indonesia sendiri masih banyak lagi persoalan-persoalan lainnya, seperti ancaman persatuan dan kesatuan, terorisme, adanya upaya merubah ideology bangsa, LGBT, dan khusus tahun ini menghadapi Pilkada serentak 270 daerah baik pemilihan Bupati, walikota dan Gubernur.

Bersama Pdm. Charles Jonan, Pdt Mulyadi Sulaeman dan Pnt. Heri Pratomo di depan wartawan mengatakan bahwa dalam sejarah kesatuan Gereja-gereja Tuhan di Indonesia yang semakin kuat, doa telah menjadi sarana yang mempersatukan.

“Bersama-sama telah kita saksikan berbagai situasi krisis dalam berbagai lini kehidupan dalam konteks berbangsa dan bernegara, nyatanya anugerah Tuhan sampai hari ini nyata, kesetiaan Gereja dan komitmen untuk mengambil peranan dan memelihara persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia menjadi bukti, termasuk di dalamnya saat menghadapi situasi pandemic virus Corona ini”, beber Pdm Charles Jonan tegas.

BACA  Richard Nayoan Masih Banyak Anak Muda yang Taat Pada Anjuran Pemerintah

Seperti yang telah dilakukan pada tanggal 23 Januari 2020 yang lalu, sudah dilakukan pertemuan para pimpinan Lembaga Aras Gereja Nasional, pengarah Jaringan Doa Nasional dan para fasilitator Nasional JDN, di mana salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah mengadakan seruan Doa Nasional secara bersama dan menyerukan Pewartaan Kabar Baik di mana generasi muda akan menjadi bagian penting dalam gerakan ini.

Menyikapi semua itu JDN menggumuli panggilannya dalam berbagai persoalan-persoalan bangsa melakukan beberapa hal antaranya Mengadakan seruan doa nasional 40 hari (1Maret-09April 2020) dan momentum Doa 2020 artinya berdoa bagi bangsa setiap tanggal 20 di tahun 2020 yang dilakukan bulan Maret hingga Oktober 2020 dalam hal ini menjadi tanda pengingat bersama, bahwa dalam tanggal yang sama berdoa secara khusus untuk Indonesia.

Charles memaparkan bahwa JDN tidak sendiri dalam melakukan ini, JDN bersama dengan gereja-gereja di bawah naungan Lembaga aras Gereja Nasional, Jaringan doa Nasional (17 regional) dan kategorial  dan jaringan doa wanita sebagai penopang yang utama.

Harapan dari semua ini, agar Tuhan mencurahkan kasih sayangnya atas bangsa ini, dan mengalami pertolongan Tuhan, sehingga persoalan-persoalan yang terjadi dapat di lewati dan kerinduan untuk melihat Indonesia baru, maju dan berhasil dapat mewujud.

Melalui seruan doa untuk kesatuan gereja, pemulihan dan kebangkitan bangsa, seruan doa untuk kebangkitan generasi muda gereja yang membawa harapan bagi masa depan bangsa serta seruan doa agar kasih Kristus diwujudkan dengan tindakan kasih dan pewartaan kabar baik di dalam masyarakat.

Sementara Pdt. Mulyadi Sulaeman tentu selain doa diharapkan semua umat Tuhan juga memberikan tindakan nyata dalam menghadapi pademi COVIC19 ini, tidak saling mencari benar dan salah tetapi melangkah bersama.

BACA  Usman Ponco S.H.,M.Th Langkah Manikam Membebaskan Napi Cegah Penyebaran Covid 19 Tepat

Tak lupa dalam kesempatan itu JDN juga mengucapkan dan berdoa bagi para korban baik yang sedang dalam perawatan maupun korban meninggal, dengan rasa empati yang mendalam agar semua bisa segera  terlewati  dengan tetap tegar dan Tuhan memberikan kekuatan.

“Saya tak lupa mendoakan mereka  yang bekerja di garda terdepan dalam menanggulangi virus COVID 19 ini, dokter, perawat, tenaga medis dan para relawan agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melakukan tugas-tugas yang mulia ini”, pungkasnya serius.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *