Pdt Dr Ronny Mandang Siapapun Ketua Umum Mendatang Selama Tidak Berambisi dan Rakus

Liputan
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-Beberapa hari lagi akan diselenggarakan Munas PGLII, tepatnya tanggal 16-20 Maret ini, bertempat di Medan, Sumatera Utara. Lalu sejauhmana persiapannya mengingat tinggal menghitung hari. Pdt Ronny Mandang Ketua Umum PGLII yang malam itu sedang merayakan HUTnya, ketika dijumpai wartawan menegaskan bahwa persiapan Munas berdasarkan update terbaru dari panitia sudah memenuhi target peserta. Mengenai lokasi semua pelaksana panitia de Medan melalui Pdt Bambang Jonan.

Munas yang mengangkat tema Api Injil yang terus menyala, kali ini dalam Munas siapa saja yang terpilih itulah yang dikehendaki anggota atau peserta.

“Buat saya tak mau mencari dukungan atau kampanye, semua diserahkan saja kepada peserta yang memilih”, tegasnya.

Biasanya sepanjang dirinya berkiprah di PGLII selama tidak berambisi dan tidak ada kerakusan dalam beragama itu yang diinginkan

PGLII ini memang unik, seperti di mana gedung PGLII itu kan tidak ada, kalaupun punya ruko di gren Ville itupun kebanjiran dan tak dipakai. Artinya ketua umum PGLII ini harus mandiri dan berani berkorban untuk menjalankan amanat dari Munas.

Bicara keiikutsertaan anggota dalam Munas, Ronny mengatakan sudah memenuhi kuorum , tetapi sekali lagi dalam PGLII syarat-syarat seperti itu tidak menjadi yang utama. Kita orang Injili kalau ketemu dan bermusyawarah, seeprti ketika dirinya menjadi pimpinan sidang saat Pdt. Nus Reimas terpilih yang kedua kalinya.

Peraturan dalam AD/ART harus dicari pertama bakal calon, lalu calon ketua umum, tetapi baru putaran pertama saat dicari bakal calon, Pdt Nus sudah nomor satu sedangkan dirinya nomor dua.

“Saya langsung berbicara dengan teman-teman sudah ditetapkan saja pendeta Nus Raimas ngga usah dicari-cari lain dan saat ditawarkan itu peserta sidang setuju, maka langsung ditetapkan”, ujarnya mengenang.

BACA  Pilar Saga Ichsan Cawalkot Tangsel Sediakan alat transportasi terintegrasi dan murah

Penghormatan kepada sinioritas itu juga perlu dikembangkan di kaum Injili.

Pdt. Ronny Mandang malam itu merayakan ibadah syukur sekaligus perayaan HUT ke 24 Gereja Kristen Rahmani Indonesia (GKRI)  jemaat Karmel,  Kamis 5/02/20, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan.

Ibadah yang dipadati jemaat dan tamu undangan tersebut diisi dengan dua persembahan pujian Trinity.

Ronny Mandang yang juga ketua umum PGLII ini mengatakan sepanjang 24 tahun perjalanan GKRI Karmel yang awal perintisan di adakan di Hotel Pansarifasific  lebih pada menitikberatkan pada kualitas jemaat. Di mana terang Ronny gereja lebih pada memberikan pembekalan dengan menyekolahkan jemaat yang terpanggil dan berpotensi untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan.

“Terakhir ini kami menyekolahkan jemaat hingga doctor di Jogya, dan saat ini pelayanan di Jawa Timur”, tandasnya serius.

Artinya dalam pelayanan di GKRI Karmel, lebuih pada membentuk orang menjadi seorang penginjil ataupun pendeta kemudian di utus.

Sekalipun kecil gereja ini tetapi sudah menghasilkan 17 pendeta yang dilahirkan dari gereja ini dan 16 penginjil yang tugasnya hampir setara dengan pendeta.

 GKRI Karmel yang memiliki tema semakin mengakar dan berbuah tinggi lebat, ini lebih pada ingin menyapaikan pesan bahwa dengan pohon yang berakar kuat dan bertumbuh besar itu kuat dan tidak mudah goyang, demikian pula dengan jemaat Karmel pada khususnya.

“Sekarang banyak gereja yang pengen jemaatnya banyak tetapi iman atau pengajarannya dangkal, sedangkan pilihan saya lebih suka sedikit tetapi dalam dalam pemahaman imannya”, imbuhnya.

 Perjalanan GKRI Karmel ke ITC Permata Hijau bukan berarti tanpa aral yang menghadang, seperti pada awal-awal gereja ini pindah, ada beberapa warga yang ada disekitar lingkungan menolak kehadiran gereja, bahkan sempat meresolusi gereja ini.

BACA  Wajah Baru Pengurus Depinas SOKSI 2020-2025

Tetapi dengan kesabaran dan pendekatan yang dilakukan terhadap warga masyarakat sekitar akhirnya hingga sekarang bisa diterima.

“Waktu itu saya harus nongkrong di beberapa warung di sekitar, membaur dengan masyarakat dan makan ngupi bersama-sama mereka, akhirnya mereka terbuka dan bisa menerima Gereja, dan saat perayaan HUT kali ini Pak RTnyapun hadir dan memberikan kata sambutan”, bebernya bercerita bagaimana kisah GKRI Karmel ada di ITC Permata Hijau ini.

Berbicara pilihan tempat, Ronny berujar kalau tempat ini tidak banyak gereja, hanya dua saja, bandingkan dengan Mall atau ruko-ruko yang lain banyak sekali gereja-gereja berdiri.

Dalam HUT yang ke 24 tahun, Ronny berharap agar gereja bisa hadir menjadi berkat dan jemaatpun siap untuk diutus dalam memberitakan Injil. Baginya gereja harus berdampak ditengah masyarakat, seperti yang telah GKRI Karmel lakukan, di mana gereja memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar seperti bakti sosial, pengobatan dan lain sebagainya.

Saat ibadah syukur tersebut juga dilangsungkan pelantikan bagi para pengerja yang siap untuk diutus untuk bekerja memberitakan Injil.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *