Kamaruddin Simanjuntak Berikan Anak Yang Terbaik Untuk Menjadi Pendeta

Terkini
Bagikan:

Jakarta, t3lusur.com-Belakangan ini banyak diketemukan oknum pendeta yang tidak menunjukan jiwa seorang yang dipilih Tuhan dalam melayani. Seperti yang dialami Advokat senior yang terkenal berani dan lugas ini, Kamaruddin Simanjuntak SH, ketika ditemui di kantornya sekitar Rabu, 3/03/20 di Kedoya Jakarta Barat.

“Entah kenapa belakangan ini saya banyak menangani kasus yang dialami oleh pendeta, baik sebagai korban maupun pelaku itu sendiri”, tandasnya malam itu.

Setelah dipercaya menangani seorang pendeta yang dituduh gadungan, kini justru menghadapi seorang pendeta yang tega memenjarakan saudara kandung bahkan orang tuanya dibiarkan menggelandang.

Kamaruddin juga mengeluhkan tentang sikap  orang-orang yang mengaku pendeta tetapi sikapnya jauh dari seorang yang dipakai Tuhan. Melihat realitas yang terjadi Kamaruddin mencoba melihat benang merahnya, apakah mungkin karena seleksi calon pendetanya yang tidak bagus.

“Ada banyak orang tua ketika menyekolahkan anak-anaknya justru yang bodohlah yang diminta masuk sekolah teologia sedangkan yang pandai dimasukan ke perguruan tinggi yang ternama”, ujarnya prihatin. Bayangkan saja bagaimana seorang pendeta memiliki kemampuan dan moral yang baik kalau dalam proses pendidikanpun anak-anak yang seacara kemampuan di bawah rata-rata.

Makanya tak mengherankan ketika menjadi pendeta banyak memunculkan masalah, seperti pengajaran yang tidak sesuai dengan alkitab, perilaku yang salah serta memperkaya diri sendiri.

“Jujur belakangan ini banyak ditemukan pendeta yang aneh-aneh, ditambah dengan aturan gereja yang otonom, makin memberikan peluang pendeta untuk menafsirkannya sendiri.

Lebih lanjut bagi penegcara yang pernah mendampingi Benadara umum sebuah partai besar ini ke depan sudahs eharusnya anak yang terbaiklah yang masuk sekolah teologi. Kisah alkitab seperti Samuel sekolah pemuritan, malah ada yang bibirnya dibakar supaya kudus.

BACA  Partai Kristen Dibutuhkan Mewadahi Perjuangan Agenda Politik Umat

Orang Israel itu menyebut nama Tuhan harus cuci kaki cuci tangan dulu. Sangking kudusnya nama Tuhan itu orang Yahudi menyebutnya YHWH atau Jahoba, Tematron diganti jadi Adonai jadi tidak sembarangan menyebut itu. Menyebut GOD itu warga Israel menuliskannya G*D mengganti nama itu menjadi Eloihim.

Berdoa itu harus penuh dengan kekudusan dan ketertiban, tapi banyak orang yang menyalahgunakannya. Ada Pendeta yang hanya mengumpulkan duit untuk memperkaya diri, ada Pendeta yang tega memenjarakan orang tuanya sendiri, ada Pendeta yang memperkosa vikarisnya, ada pendeta yang berselingkuh ” ungkapnya prihatin.

“Mungkinkan memang ini sudah mendekati azhir zaman sehingga banyak perilaku pendeta yang menyimpang dari firmanNya’, tutupnya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *